Dorong Transformasi UMKM | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments
Ekonomi Digital - BI Bebaskan Biaya QRIS bagi UMKM

Dorong Transformasi UMKM

Dorong Transformasi UMKM

Foto : ISTIMEWA
AIRLANGGA HARTARTO Menteri Koordinator bidang Perekonomian
A   A   A   Pengaturan Font
Dengan digitalisasi, jumlah rantai pasokan akan semakin berkurang sehingga akan tercapai efisiensi.

JAKARTA – Pemerintah menjadikan pandemi Covid -19 sebagai momentum mempercepat transformasi digital kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di dalam negeri. Sebab, selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), infrastruktur dan layanan digital terbukti menjadi tulang punggung bagi berbagai kegiatan produktif, seperti bekerja, berjualan, dan belajar dari rumah.

“Dengan adanya pandemi ini, transformasi digital menjadi suatu keharusan. Migrasi dari offline ke online adalah sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat. Berbagai negara pun mendorong digitalisasi ekonomi agar tidak ketinggalan,” ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers Peluncuran Program Dukungan UMKM Indonesia, Jakarta, Selasa (30/6).

Dengan adanya tranformasi digital ini tidak semata-mata meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tapi juga mendorong inklusivitas. Untuk itu, pihaknya akan terus mendukung dalam menciptakan lingkungan berusaha yang nyaman bagi para pelaku UMKM untuk berbisnis secara online. Salah satunya dengan melakukan pendampingan dan pelatihan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Tentu dengan digitalisasi, jumlah rantai pasokan akan semakin berkurang sehingga akan tercapai efisiensi. Seperti tadi warung sembako berbasis online, itu juga harus diapresiasi dan kita berharap akan makin banyak yang serupa,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong agar e-commerce dapat menjadi instrumen pemerataan ekonomi, meskipun sebagian besar masyarakat dapat mengadopsi digital dengan mudah, masih ada kelompok lain yang belum dapat mengakses atau memanfaatkan layanan digital.

“Pemerintah akan mendorong cost dari digitalisasi ini bisa semakin murah. Harga dari smartphone juga diharapkan akan lebih terjangkau, dengan demikian lebih banyak lagi orang yang bisa menggunakan smartphone,” tuturnya.

Sebagai informasi, pandemi Covid -19 yang melanda Indonesia membuat pemerintah mengucurkan dana sebesar 695 triliun rupiah, di mana sebesar 607,5 triliun rupiah dialokasikan untuk pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya dengan penempatan dana pemerintah sebesar 30 triliun rupiah ke empat bank Himpunan Bank Negara (Himbara).

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai penempatan dana tersebut akan mampu mendorong sektor UMKM untuk bertahan dari dampak Covid-19. “Pemerintah mengeluarkan PMK 70/2020 untuk mendukung usaha UMKM, bukan untuk menolong perbankan,” katanya di Jakarta, Selasa.

 

Perilaku Berubah

 


Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki, menilai UMKM perlu terintegrasi dengan pembayaran digital dalam rangka digitalisasi dan modernisasi UMKM seiring perubahan perilaku konsumen, terlebih di masa pandemi saat ini. Menurut Menkop UKM, yang penting dalam digitalisasi ini adalah terintegrasinya ekosistem digital dengan pembayaran digital.

Untuk mendukung itu, Bank Indonesia (BI) membebaskan biaya atau fee transaksi bagi pembayaran nontunai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi UMKM dalam rangka lebih mendorong penggunaan pembayaran non-tunai tersebut di masa normal baru.

“Untuk lebih mendorong penggunaan payment non-tunai QRIS ini kami membebaskan biaya transaksi yang tadinya sebesar 0,75 persen menjadi 0 persen,” ujar Asisten Direktur BI, Ronggo Gundala Yudha, dalam diskusi daring di Jakarta, kemarin.

 

uyo/Ant/E-10

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment