Bukti Semangat Juang Warga Bandung | Koran Jakarta
Koran Jakarta | June 5 2020
No Comments
Bandung Lautan Api

Bukti Semangat Juang Warga Bandung

Bukti Semangat Juang Warga Bandung

Foto : KORAN JAKARTA/TEGUH RAHARDJO
A   A   A   Pengaturan Font

Tepat Selasa (24/3), warga Bandung memperingati peristiwa besar, yakni Bandung Lautan Api (BLA). Peristiwa pembakaran dan bumi hangus Kota Bandung saat itu terjadi pada 1946.

Peristiwa BLA, yang diperingati pada 24 Maret ini, menjadi momen penting bagi rakyat Indonesia khususnya Bandung dalam mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa ini menunjukan jika warga lebih rela harta bendanya dibakar daripada dikuasai oleh penjajah. Warga Bandung memilih membakar rumahnya daripada menjadi markas militer sekutu. Sepertinya kondisi saat ini cukup mirip dengan masa lalu.

Di mana seluruh masyarakat dituntut bersama-sama untuk bersatu menghadapi pandemi virus korona yang sedang mewabah. Semua harus bersama saling membantu untuk keluar dari tragedi ini.

Setidaknya semangat BLA bisa menjadi contohnya. Banyak peninggalan sejarah sebagai bukti heroiknya para pejuang dan warga Bandung saat itu untuk memilih merdeka daripada dijajah. Bahkan Pemkot Bandung kemudian membuat prasasti atau stilasi untuk tetap mengingatkan pernah terjadi peristiwa Bandung Lautan Api.

Sedikitnya ada 10 stilasi yang dibuat Pemkot Bandung yang bekerjasama dengan komunitas pelindung bangunan sejarah, Bandung Heritage. Stilasi ini dibangun sejak 1997.

Tak hanya peristiwa BLA, stilasi tersebut juga menunjukan tempat-tempat yang berkaitan dengan perjuangan merebut kemerdekaan. Stilasi-stilasi tersebut di antaranya penanda tempat pertama kalinya pembacaan teks Proklamasi oleh rakyat Bandung, lokasi persitiwa perobekan bendera Belanda maupun markas para pejuang BLA.

Sayangnya beberapa stilasi yang dibuat ada yang rusak dan menjadi korban vandalisme. Misalnya yang ada di persimpangan jalan Lengkong Kecil dan Lengkong Dalam, terdapat ornamen yang hilang.

Tapi masih banyak yang juga sadar akan peristiwa sejarah BLA yang harus tetap diingat untuk anak dan cucu nantinya. Misalnya di Jalan Dago atau di persimpangan Jalan Ir H Juanda dengan Sultan Agung terdapat sebuah bangunan kantor berita Jepang. Sebuah stilasi dibangun di depan gedung tersebut. Gedung bekas kantor berita Jepang, Domei itu sendiri sudah beroperasi sejak 1937. Menurut catatan sejarah, di kantor berita inilah untuk pertama kalinya teks Proklamasi dibaca oleh rakyat Bandung.

Kondisi saat ini bangunan tersebut sebagai Kantor Bank BTPN. Meski sudah menjadi kantor komersil, namun kondisi fisik bangunan masih sama seperti sejak pertama kali dibangun. Braga dan Asia Afrika Lalu di Jalan Braga, di daerah ini ada dua buah stilasi. Tepatnya persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan terletak gedung Bank Jabar yang dahulu bernama Gedung Denis. Di gedung ini, pada Oktober 1945, pejuang Bandung Moeljono dan E Karmas merobek bendera Belanda. Peristiwa ini bertepatan dengan peristiwa penyobekan bendera di Surabaya. Di Jalan Asia Afrika terdapat Gedung Asuransi Jiwasraya. Dahulu, gedung ini digunakan sebagai markas resimen 8 yang dibangun pada 1922.

Di bangunan yang kini menjadi gedung komersil itu terdapat stilasi yang menceritakan perjuangan warga saat Bandung terbakar habis. Stilasi berikutnya berada di sebuah rumah yang terletak di Jalan Simpang Lima Kota Bandung. Di tempat inilah dilakukan perumusan serta diambilnya keputusan pembumihangusan Kota Bandung. Perintah untuk meninggalkan Kota Bandung pun dikomandoi dari rumah ini. Rumah tersebut kini dijadikan tempat tinggal dan masih dalam bentuk aslinya.

Catatan sejarah dalam bentuk stilasi dapat juga ditemui di persimpangan Jalan Oto Iskandardinata dengan Jalan Kautamaan Istri, tepatnya depan SDN Dewi Sartika. Tidak jauh dari sana juga ditemukan stilasi BLA, letaknya di Jalan Ciguriang sebelah pusat perbelanjaan Yogya Karapitan. Stilasi itu terletak dalam sebuah rumah yang juga menjadi markas Komando Divisi III Siliwangi pimpinan Kolonel AH Nasution, pada saat itu.

Stilasi berikutnya ada di persimpangan Jalan Lengkong Tengah dan Jalan Lengkong Dalam tepatnya belakang kampus Universitas Pasundan. Kawasan perumahan itu dulunya ditinggali oleh keturunan Indo-Belanda.

Tidak jauh dari sana ada stilasi lain, yakni di Jalan Jembatan baru yang merupakan salah satu garis pertahanan pejuang saat terjadi pertempuran Lengkong. Sebuah markas pemuda pejuang tidak jauh dari Lengkong, tepatnya di Jalan Asmi terdapat sebuah stilasi lainnya. Bangunan utama gedung tidak banyak mengalami perubahan. Tempat ini digunakan sebagai markas pemuda pejuang, PESINDO dan BBRI sebelum terjadinya peristiwa BLA

Tugu Tegallega

Terakhir adalah gedung pemancar yang ada di Jalan M Toha. Letaknya di depan Gereja Gloria. Dahulu merupakan gedung pemancar NIROM yang digunakan untuk menyebarluaskan Proklamsi Kemerdekaan ke seluruh Indonesia dan dunia.

Di seberang stilasi inilah, di Taman Tegallega, sebuah tugu kokoh berdiri di tengah taman luas, bernama tugu BLA. Kini selain memiliki tugu BLA, sebuah stadion sepakbola terbesar di Jabar juga mendapatkan nama besar BLA.

Kini Taman Tegallega semakin cantik dengan tugu tinggi menjulang sebagai ikon utamanya. kawasan ini menjadi pusat kegiatan warga untuk berolah raga setiap Minggu pagi. Bahkan menjadi lokasi wisata, karena kini terdapat lampion beraneka bentuk dan sebuah bangunan berbentuk kapal berukuran besar yang sangat menarik.

Menyusuri peninggalan BLA melalui stilasi sudah cukup menggelorakan semangat untuk tetap berjuang mempertahankan NKRI, khususnya bagi para pemuda. Dan cerita pembakaran Bandung ini memang benar adanya.

Banyak saksi sejarah yang sering bercerita tentang BLA. Pada malam 23 Maret 1946, perintah Panglima Tertinggi Indonesia saat itu membuat pasukan perjuangan yang sedang berjaga di Stasiun Bandung harus menyingkir ke Selatan.

Tapi sebelum pergi harus membumihanguskan semua yang dilewati dengan cara dibakar. Sebab, malam tersebut seluruh negeri mendapatkan ultimatum dari pasukan Belanda untuk segera meninggalkan pos penjagaan karena mereka akan datang dengan pasukan lengkap. Inilah yang kemudian dikenal dengan peristiwa BLA.  tgh/R-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment