Benny Tjokro Didakwa Rugikan Negara Rp16,8 Triliun | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments
Kasus Jiwasraya

Benny Tjokro Didakwa Rugikan Negara Rp16,8 Triliun

Benny Tjokro Didakwa Rugikan Negara Rp16,8 Triliun

Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA
SIDANG PERDANA I Enam terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (3/6).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Kejaksaan Agung mendakwa Direktur PT Hanson Internasional, Benny Tjokrosaputro, merugikan keuangan negara sebesar 16,8 triliun rupiah dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Benny melakukan perbuatan melawan hukum itu bersama lima terdakwa lain­nya, yakni Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat, dan Direktur PT Maxi­ma Integra, Joko Hartono Tirto.

Selain itu, perbuatan terse­but juga dilakukan bersama mantan petinggi PT Jiwasraya, yakni mantan Direktur Utama, Hendrisman Rahim; mantan Direktur Keuangan, Hary Pra­setyo; eks Kepala Divisi In­vestasi, Syahmirwan.

“Telah memperkaya diri atau orang lain, atau suatu kor­porasi yang merugikan keangan negara sebesar 16,8 triliun ru­piah,” kata jaksa membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (3/6).

Jaksa menuturkan Benny, Heru, dan Joko melakukan keseakatan dengan para petinggi Jiwasraya mengenai pengelo­laan investasi saham dan rek­sadana milik perusahaan asuransi plat merah tersebut. Kerja sama pengelolaan dilakukan sejak 2008 hingga 2018.

Akan tetapi, menurut jaksa, mereka melakukan kesepaka­tan itu secara tidak transparan dan akuntabel. Tiga petinggi Jiwasraya, Hendrisman Ra­him, Hary, dan Syahmirwan melakukan pengelolaan in­vestasi tanpa analisis yang objektif, profesional, dan ti­dak sesuai nota interen kantor pusat. “Analisis hanya dibuat formalitas,” kata jaksa.

Jaksa menyebut Hendris­man, Hary, dan Syahwirman membeli sejumlah saham pe­rusahaan BJBR, PPRO, dan SMBR dengan tidak mengikuti pedoman investasi yang ber­laku. Mereka membeli saham melebihi 2,5 persen dari saham perusahaan yang beredar.

Selain itu, jaksa mendakwa keenam terdakwa dan pihak terafiliasi telah bekerja sama untuk melakukan transaksi jual beli saham sejumlah peru­sahaan dengan tujuan mengin­tervensi harga. Tindakan “goreng” saham itu dilakukan pada perusahaan BJBR, PPRO, SMBR, dan SMRU. Bukannya memberikan untung, aksi itu malah tidak dapat memenuhi likuiditas keuangan Jiwasraya.

Jaksa menyatakan para terdakwa mengatur dan mengendalikan 13 manajer in­vestasi untuk membentuk produk reksadana khusus un­tuk PT Jiwasraya yang diken­dalikan Joko Hartono. Produk reksadana tersebut berakhir pada kerugian bagi keuangan Jiwasraya.

Perbuatan tersebut, kata Jaksa, telah memperkaya diri sendiri dan korporasi dengan merugikan keuangan negara senilai 16,8 triliun rupiah. Heru dan Benny turut didakwa den­gan pasal Tindak Pidana Pen­cucian Uang. n ola/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment