Belanda Harus Ganti Rugi 11 Korban Pembantaian di Sulawesi Selatan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | June 5 2020
No Comments
Kekejaman Westerling

Belanda Harus Ganti Rugi 11 Korban Pembantaian di Sulawesi Selatan

Belanda Harus Ganti Rugi 11 Korban Pembantaian di Sulawesi Selatan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

DEN HAAG – Pengadilan Distrik Hague, Den Haag, Be­landa, mengabulkan gugatan 11 ahli waris korban pemban­taian perwira tinggi militer Belanda, Raymond Wester­ling, di Sulawesi Selatan, pada 1946–1947.

Pengadilan Distrik Hague memerintahkan Belanda membayar ganti rugi sebe­sar 123 euro ( 2.201.810 ru­piah) hingga 10 ribu euro (179.009.000 rupiah) ke­pada ahli waris yang terdiri dari delapan janda dan em­pat anak laki-laki dari para korban.

“Pengadilan membuktikan bahwa 11 orang telah tewas akibat kelakuan buruk tentara Belanda. Sebagian besar ka­sus melibatkan eksekusi mati,” ujar hakim Pengadilan Distrik Hague, Rabu (25/3) waktu se­tempat.

Juru bicara Pengadilan Hague, Jeanette Honee, mengatakan kompensasi paling besar akan diterima seorang anak korban yang ketika berusia 10 tahun, yang me­lihat ayahnya dibunuh. Ada­pun para istri yang ditinggal­kan akan menerima hingga 3.600 euro.

“Pengadilan mengakui bahwa jumlah yang rendah ini tidak sepadan dengan rasa ke­hilangan dan kesedihan (para keluarga korban). Jumlah yang diberikan tidak bermak­sud untuk menggantikan rasa kehilangan, (tetapi) hanya kerusakan materi dalam ben­tuk mata pencaharian yang hi­lang,” ucap pernyataan Pengadilan Hague.

Berdasarkan sejumlah sumber, korban pembantaian Westerling di Sulawesi Selatan saat itu diperkirakan men­capai 40 ribu orang. Hingga meninggal tahun 1987, West­erling tidak pernah diadili Be­landa atas kejahatannya.

Baru pada 2013, pemer­intah Belanda melalui duta besarnya di Jakarta, akhirnya menyampaikan permohonan maaf untuk seluruh korban pembantaian Westerling di Sulawesi Selatan.

Permintaan maaf itu juga disampaikan Raja Belan­da, Willem-Alexander, saat mengunjungi Indonesia awal Maret lalu. Raja Willem Al­exander meminta maaf atas kekerasan yang dilakukan Belanda selama masa penjajahan. n AFP/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment