Apindo Minta Pemerintah Turunkan Harga BBM Industri, Listrik, dan Gas | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
1 Comment
Dampak Covid-19

Apindo Minta Pemerintah Turunkan Harga BBM Industri, Listrik, dan Gas

Apindo Minta Pemerintah Turunkan Harga BBM Industri, Listrik, dan Gas

Foto : Foto: Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Asosiasi Pen­gusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah meng­kaji ulang harga BBM indus­tri, listrik, dan gas yang dibe­bankan kepada dunia usaha saat ini. Tingginya harga se­jumlah komoditas tersebut sangat memberatkan dunia usaha, ditambah lagi dengan melemahnya perekonomian nasional akibat dampak pan­demi Covid-19.

“Terlebih, harga minyak dunia juga telah mengalami penurunan di bawah 20 dol­lar AS per barel di tengah pan­demi Covid-19,” ujar Ketua Umum Apindo, Hariyadi B Sukamdani, akhir pekan lalu.

Hariyadi menambahkan, Apindo memandang penting­nya memastikan keberlang­sungan usaha di tengah ter­puruknya perekonomian saat ini akibat Covid-19. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menurunkan harga BBM industri sebagai efisiensi produksi.

Apindo menyoroti tarif pre­mium listrik yang dibebankan secara penuh kepada dunia usaha, sementara sejumlah in­dustri saat ini belum beropera­si 100 persen. Para pengusaha pun mengusulkan penghapu­san biaya premium rekening minimum pemakaian listrik 40 jam menyala, termasuk untuk pelanggan industri premium 235 jam yang menyala selama masa pandemi.

Apindo juga mengusulkan penghapusan mekanisme tagihan minimum gas oleh PGN, yang akan sangat merin­gankan beban biaya industri, mendapatkan fleksibilitas un­tuk membayar energi sesuai dengan konsumsi gas yang mengikuti pemakaian dalam proses manufaktur.

Selain itu, diusulkan pula penundaan pembayaran 50 persen tagihan PLN hingga De­sember 2020 dengan jaminan cicilan berupa giro mundur selama 12 bulan, serta pengha­pusan denda keterlambatan.

Terkait dengan gas, Apindo mendorong pemerintah segera mengimplementasikan penurunan harga gas bumi untuk seluruh sektor industri menjadi 6 dollar AS per mmbtu dengan nilai kurs dolar setara dengan 14.000 rupiah. Saat ini, lanjutnya, hanya sebanyak tu­juh sektor industri yang bisa mendapatkan gas dengan harga itu, sebagian besar industri masih membayar dengan har­ga yang jauh lebih mahal.

“Pengenaan tagihan gas seharusnya juga disesuaikan dengan konsumsi industri, bukan kontrak yang berlaku. Kami pun berharap pemerin­tah membebaskan biaya mini­mum untuk gas karena indus­tri saat ini mengalami kesulitan yang luar biasa di masa pan­demi Covid-19,” ujarnya. n P-4

Klik untuk print artikel

View Comments

mayang
Selasa 2/6/2020 | 00:56
bola165,co adalah situs Agen Resmi Judi Online Terpercaya dan Terlengkap saat ini di Indonesia
Cukup hanya dengan satu user id saja sudah bisa bermain di semua game populer di antaranya :
- Sportbook
- Live Casino
- Slot
- IDN Live
- Poker

langsung saja di <a href="https://bola165.org/" title="Agen Judi Bola" rel="nofollow">Bola165</a> :)

Submit a Comment