Koran Jakarta | November 15 2018
No Comments

Zulkifli Hasan: Di Tahun Politik Jangan Saling Menghujat

Zulkifli Hasan: Di Tahun Politik Jangan Saling Menghujat

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat melepas Jalan Sehat 4 Pilar MPR di halaman Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Minggu (26/8).
A   A   A   Pengaturan Font

Ketua MPR RIZulkifli Hasan menegaskan, di tahun politik kita ha­rus memperkuat persatuan, mencintai, dan saling meng­hargai. “Jangan melakukan hal sebaliknya, yakni men­ciptakan kebencian, menghalalkan segara cara, dan saling hujat,” katanya sebe­lum melepas peserta Gerak Jalan Sehat 4 Pilar MPR, di halaman Gedung Nusantara, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Minggu (26/8).

Ketua MPR Zulkifli Hasan didampingi oleh Wakil Ke­tua MPR Hidayat Nurwahid, Ahmad Muzani dan Oes­man Sapta; serta anggota MPR dari Kelompok DPD Ahmad Muqowam, anggota Lemkaji Djafar Hafsah dan Syamsul Bahri serta Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono naik ke panggung sesaat setelah 3.000 peserta gerak jalan berkumpul dengan seragam yang sama, kaos warna biru gelap bertuliskan “Jalan Se­hat 4 Pilar MPR”.

Menurut Zulkifli Hasan, kontestasi di tahun politik ini adalah di antara anak bangsa sendiri. “Bukan dengan orang lain”, ungkapnya.

Untuk itu dalam kontestasi yang ada, katanya, kita harus saling adu konsep dan adu gagasan yang berkualitas se­hingga menghasilkan harmo­ni dan kesetaraan. “Ini adalah sebagai amanat Pancasila. “Pancasila harus menghasil­kan kesetaraan, keadilan, dan harmoni”, tegasnya.

Setelah memberi sambut­an singkat, Pimpinan MPR menggunting tali balon dan puluhan balon yang berwar­na merah dan putih itu beter­bangan di langit. Tak lama kemudian, Zulkifli Hasan mengangkat bendera start. Begitu diangkat sebagai pe­lepasan peserta gerak jalan, ribuan orang secara seren­tak bergerak bersama me­ninggalkan komplek parle­men. Zulkifli Hasan bersama pimpinan yang lain pun ikut bersama dalam gerak jalan itu. Peserta menempuh rute keluar komplek parlemen Jl. Gatot Subroto, belok kiri ke arah Patal Senayan, lanjut ke Jl. Asia Afrika, kemudian melintas depan Stasiun TVRI, kembali ke Jl. Gatot Subroto, kembali ke komplek parle­men. Rute itu sejauh 5 km.

Narjo pendamping pe­serta LCC dari Jawa Tengah mengatakan sangat berke­san mengikuti acara itu. Acara yang digelar oleh MPR dikatakan sebagai kegiatan yang bisa mempersatukan seluruh elemen masyarakat. “Peserta LCC dari 34 provinsi hadir di sini,” paparnya. “De­ngan demikian bisa mem­pererat tali persaudaraan,” ungkapnya. Bagi Narjo acara itu tak sekadar mempererat persatuan namun juga bisa membikin badan sehat.

Suasana senang dan gembira juga dirasakan oleh Ridwan Khoerudin. Dirinya hadir dalam acara itu sebab kampusnya, Universitas Pelita Harapan (UPH), maju da­lam ajang Debat Konstitusi. “Mengikuti acara ini menye­nangkan karena bertemu dengan teman dari berbagai daerah,” ujarnya. Kampus­nya yang berada di kawasan Serpong, Banten, itu disebut dua kali mengikuti acara De­bat Konstitusi.

Hal senada juga dirasa­kan oleh Arief Khairudin. Arief merupakan mahasiswa UIN Wali Songo, Semarang, Jawa Tengah. Kampusnya juga mengikuti lomba De­bat Konstitusi. “Luar biasa mengikuti acara ini,” papar­nya. Mahasiswa Jurusan Hu­kum itu mengucapkan teri­ma kasih kepada MPR yang menggelar acara itu, baik Debat Konstitusi maupun Jalan Sehat Empat Pilar. “Di sini bisa mempertemukan dengan kawan mahasiswa lainnya,” tuturnya.

Bila dari kalangan maha­siswa merasa senang, di ka­langan pelajar pun juga de­mikian. Waode Syahrani Riz­ki, siswa SMAN 2 Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, yang ikut dalam LCC, juga merasa se­nang bisa ikut jalan sehat. “Senang sekali,” ujarnya de­ngan gembira. Lebih lanjut dikatakan oleh gadis yang kali pertama ke Jakarta itu, dirinya mendapat pengalam­an baru dengan bertemu pelajar dari seluruh nusan­tara. “Bisa saling mengenal,” ujar siswa Kelas XIitu.

Ma’ruf Cahyono menye­but Jalan Sehat 4 Pilar me­rupakan salah satu varian dari Sosialisasi Empat Pilar MPR. Disebut banyak me­tode sosialisasi yang telah dilakukan seperti outbond, pertunjukan seni dan bu­daya, LCC, Debat Konstitusi, dan Constitutional Draft­ing. Dikabarkan pada tang­gal 29 Agustus 2018, MPR akan menggelar dzikir akbar dengan mengundang Ustad Abdul Somad sebagai pence­ramah. Dalam acara itu juga akan disampaikan pesan-pe­san yang tak terlepas dari Em­pat Pilar. “Jadi bukan pengaji­an biasa,” ungkapnya.

Ditegaskan, nilai-nilai luhur bangsa harus dita­namkan kepada masyarakat tanpa henti. ”Dengan cara apapun,” tuturnya. Ini perlu dilakukan sebab generasi akan silih berganti. “Jadi so­sialisasi tak boleh berhenti,” tegasnya. Sosialisasi menu­rutnya harus dilakukan te­rus menerus tak boleh bo­san karena nilai-nilai luhur itu berada di sisi hidup kita. “Sepanjang kita masih ber­idiologi Pancasila, kita harus menularkan nilai-nilai ini,” sebutnya. “Jangan tanya ka­pan selesai,” tambahnya.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment