Koran Jakarta | July 17 2018
No Comments
JENAK

Zsa Zsa, Anjing Buruk Rupa

Zsa Zsa, Anjing Buruk Rupa

Foto : KORAN JAKARTA/ONES
A   A   A   Pengaturan Font

Anjing itu buruk rupa. Dinilai paling buruk sedunia. Oleh pemiliknya dinamai Zsa Zsa,usia 9 tahun, jenis english bulldog. Pengertiannya buruk di sini termasuk penampilan: bulunya sedikit atau tak merata , lidah terjulur tak menentu.

Yang menobatkan adalah sejumlah juri “ahli anjing jelek”, dalam suatu festival yang berlangsung di San Francisco, negara bagian California, Amerika Serikat. Zsa Zsa datang jauh-jauh dari daerah pelosok Anoka di Minnesota. Ada hadiah duit bagi pemenang dari kontes anjing buruk rupa yang telah berlangsung selama 30 tahun.

Anjing buruk, atau cantik, atau mempesona, atau menggemaskan, adalah penilaian subjektif. Apalagi bagi pecinta binatang. Binatang kesayangan ini bagi orang lain bisa dikatakan buruk atau menjijikkan, namun tidak bagi pemiliknya. Kita sering haru, juga kagum pada mereka yang begitu menyayangi, merawat, memelihara anjing— atau kucing, ini yang paling sering, justru karena hewan itu biasa- biasa.

Bukan anjing keturunan, bukan yang bisa dipamerkan. Saya punya tetangga yang justru memelihara kucing kampung dalam jumlah yang banyak sekali, puluhan. Saya punya tetangga yang lain, ibu-ibu (karena jumlahnya lebih dari satu), yang setiap pagi membawa makanan bagi kucing di sepanjang jalan dalam kompleks perumahan.

Kucing-kucing itu telah menunggu, dan kadang terjadi percakapan. Si pemberi makan, menanyakan kucing yang agaknya lama tak kelihatan, atau menyapa kucing yang terluka. Ada jenis lain lagi yang depan pagar rumah ditunggui banyak kucing yang menunggu makanan. Pemilik rumah selalu memberi makanan, namun agaknya tidak mengizinkan para kucing masuk rumah.

Saya sering tepesona, dan saya berusaha memiliki—dalam arti memberi nama, beberapa ekor kucing yang bisa pergi atau datang sesuka hatinya. Hanya saat tertentu dibawa ke dokter karena sakit atau luka atau perlu disterilkan.

Pada beberapa kesempatan ada juga pertemuan para pencinta binatang peliharaan dalam suatu acara dan kita bisa saling bertukar pengalaman mengenai bagaimana mengadopsi, bagaimana memahami “anjing bukan lauk pauk”. Mereka binatang peliharaan, bukan untuk disantap.

Zsa Zsa, anjing buruk rupa itu bernasib baik. Bukan semata karena menang di festival, melainkan karena di tempat lain anjing mengalami penyiksaan, penyembelihan. Yang paling menge_ rikan di Yulin, wilayah Guangxi, Cina, di mana di sana ada “musim” pesta besar menyantap daging anjing yang jumlahnya bisa ratusan ribu ekor saat berlangsungnya.

Disayangkan karena anjing itu tidak diternakkan, berarti hasil penangkapan, pencurian. Yang mengalami penyiksaan ketika diculik, dikarungi,diseret, pindah dari tempat satu ke tempat penjualan lain. Belum lagi kalau menyimpan bibit penyakit. Berbagai upaya dilakukan untuk menghentikan kuliner huk-huk ini, walau belum sepenuhnya berhasil.

Juga di tempat lain. Namun kesadaran untuk tidak makan daging anjing atau kucing sudah mulai menyebar. Termasuk adanya tempat penampungan binatang yang tak terurus. Walau memang masih sangat terbatas.

Zsa Zsa yang buruk pun mendapatkan perhatian. Karena memang sebenarnya bukan buruk atau cantik atau menawan, melainkan bagaimana manusia dan hewan bisa saling menjaga, saling melindungi, dan bukan saling membunuh. Zsa Zsa mungkin mengingatkan itu, betapa pun samarnya.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment