Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments
Transportasi Udara

YLKI Sangsikan Penyesuian Tarif Batas Atas Pesawat

YLKI Sangsikan Penyesuian Tarif Batas Atas Pesawat

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Ketua Pengu­rus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menilai penu­runan persentase tarif batas atas (TBA) di atas kertas me­mang bisa menurunkan tarif pesawat tetapi secara praktik belum tentu demikian. Sebab, faktanya semua maskapai te­lah menerapkan tarif tinggi, ra­ta-rata di atas 100 persen dari tarif batas bawah.

“Sehingga persentase penu­runan TBA tidak akan mampu menggerus masih tingginya harga tiket pesawat dan tidak akan mampu mengembalikan fenomena tiket pesawat murah,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/5).

Bahkan, kata Tulus, penu­runan persentase TBA bisa me­micu maskapai untuk mengerek sisa persentase TBA-nya, misal­nya 85 persen. Atinya, bisa jadi tiket pesawat malah naik pasca penurunan TBA. Memang, sete­lah diturunkan maskapai tidak leluasa lagi untuk menaikkan tarifnya hingga 100 persen, se­perti sebelum diturunkan.

Seperti diketahui, pemer­intah tetapkan tarif batas atas tiket pesawat turun antara 12 sampai 16 persen. Penurunan sebesar 12 persen akan di­lakukan pada sejumlah rute penerbangan ramai, seperti di daerah Jawa, sedangkan penu­runan lainnya dilakukan pada rute-rute seperti penerbangan ke Jayapura.

Hal ini disampaikan lang­sung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Per­hubungan Budi Karya Sumadi saat Rapat Koordinasi Pemba­hasan Tindak Lanjut Tarif An­gkatan Udara di Jakarta, Senin (13/5).

Formulasi TBA

Namun, Tulus mengkhawat­irkan penurunan TBA ini akan direspons negatif oleh maskapai dengan menutup rute pener­bangan yang dianggap tak men­guntungkan atau setidaknya mengurangi jumlah frekuensi penerbangannya. Jika hal ini terjadi, lanjutnya, maka akses penerbangan banyak yang col­laps (tutup), khususnya Indo­nesia bagian Timur, termasuk di remote area. Sehingga publik akan kesulitan mendapatkan akses penerbangan.

“Kalau pemerintah me­mang ingin menurunkan tiket pesawat, seharusnya bukan hanya dengan mengutak atik formulasi TBA saja, tetapi bisa menghilangkan/ menurunkan PPN tarif pesawat, sebesar 10 persen. Bisa diturunkan mis­alnya menjadi 5 persen saja,” katanya. mza/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment