YLKI Minta PLN Beri Diskon Tarif | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 7 2020
No Comments
Stimulus Ekonomi

YLKI Minta PLN Beri Diskon Tarif

YLKI Minta PLN Beri Diskon Tarif

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Sejumlah ka­langan meminta pemerintah menurunkan tarif dasar lis­trik di tengah pandemi virus korona tipe terbaru, Covid-19. Sebab, wabah ini secara eko­nomi sangat berdampak terha­dap pendapatan masyarakat, khususnya mereka berpeng­hasilan harian.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Aba­di menegaskan pemerintah semestinya memikirkan ke­lompok ini. “Sudah seharusnya pemerintah memberikan kom­pensasi agar daya beli mereka tidak tergerus dengan menu­runkan tarif listrik,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (26/3).

Menurutnya, penurunan tarif energi itu mencakup go­longan 900 Volt Ampere (VA) atau bahkan kalau perlu go­longan 1.300 VA. Saat ini, struktur tarif berdasar keeko­nomiannya (nonsubsidi) ber­kisar 1.352 rupiah per kilo watt hour (kWh). “Kami mengusul­kan agar struktur tarif tersebut diturunkan minimal 100 per kWh, selama 3-6 bulan ke de­pan atau bergantung pada la­manya wabah,” ujarnya.

Penurunan tarif, sambung Tulus, sudah tepat dilakukan, terlebih lagi harga minyak mentah di pasaran dunia saat ini juga turun sehingga pem­berian diskon tersebut nanti­nya tidak terlalu mengganggu Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik.

“Diharapkan dengan pe­nurunan struktur tarif ter­sebut, bisa mengurangi beban ekonomi masya­rakat rentan yang ter­dampak akibat wabah virus korona,” kata dia.

Pencatatan Ditangguhkan

Sayangnya, PT Per­usahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN be­lum merespons soal usulan pemberian diskon tarif tersebut. Meski demikian, untuk pemba­yaran listrik April mendatang, PLN menerapkan kebijakan perhitungan rata-rata pemakaian lis­trik selama tiga bulan terakhir untuk pelang­gan paska ba­yar.

Senior Executive Vice Presi­dent (SEVP) Dept. Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono menegaskan, langkah itu di­lakukan sebagai upaya men­cegah penyebaran wabah virus korona. “Pencatatan dan pe­meriksaan standmeter pelang­gan ditangguhkan sementara waktu,” terang dia.

Dengan skema itu, untuk pembayaran rekening pada Ap­ril, perhitungannya mengguna­kan data dari historis rata-rata pemakaian kWh pada Desem­ber, Januari dan Februari. Hal itu dimaksudkan untuk meng­hindari pembaca atau pencatat meter melakukan kun­jungan ke rumah-rumah pelanggan. n ers/E-10

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment