WHO: Generasi Muda Akibatkan Lonjakan Covid-19 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments

WHO: Generasi Muda Akibatkan Lonjakan Covid-19

WHO: Generasi Muda Akibatkan Lonjakan Covid-19

Foto : Istimewa
Tedros Adhanom Ghebreyesus
A   A   A   Pengaturan Font

JENEWA - Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada Kamis (30/7) melaporkan bahwa lonjakan penyebaran virus korona di sejumlah negara disebabkan oleh generasi muda yang kurang waspada.

“Generasi muda bukanlah pihak yang paling kuat,” kata ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers virtual di Jenewa, Swiss.

Pandemi virus korona yang telah menewaskan hampir 670 ribu jiwa dan menginfeksi lebih dari 17 juta warga di dunia, memang amat banyak diderita oleh kaum manula dan pasien yang mengidap penyakit akut, namun Tedros menyebutkan bahwa generasi muda juga tak luput dari risiko terkena infeksi tersebut.

“Generasi muda juga bisa terinfeksi dan mati serta menyebarkan virus ke pihak lainnya,” imbuh dia.

Dalam konferensi pers itu, Tedros menegaskan tantangan utama dalam mencegah penularan virus korona yaitu bagaimana meyakinkan generasi muda atas risiko ini. “Ada bukti bahwa lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah negara diakibatkan oleh generasi muda yang tak waspada selama musim panas di belahan utara bumi,” ucap Tedros. “Generasi muda seharusnya juga tetap mewaspadai, dan turut melindungi diri sendiri serta orang lain,” imbuh ketua WHO itu.

Peringatan serupa juga disuarakan ketua Program Kedaruratan WHO, Michael Ryan, yang menyatakan agar generasi muda turut berperan dalam menghentikan penyebaran infeksi virus korona dengan menghentikan sikap yang gegabah dan lebih bertanggung jawab dalam memperhatikan kesehatan diri sendiri maupun orang lain.

“Cobalah utamakan kesehatan. Gunakan nalar dan jangan ambil risiko jika tak bisa kalian hadapi,” kata Ryan.

 

Studi Terbaru

Pada bagian lain dilaporkan bahwa sebuah studi terbaru menyatakan bahwa balita miliki lebih banyak virus korona dibandingkan usia dewasa. Studi yang dilakukan JAMA Pediatrics dari Amerika Serikat yang dipublikasikan pada Kamis menyatakan bahwa balita memiliki 10 hingga 100 kali material genetik dari virus korona pada hidung mereka dibandingkan anak di usia diatas lima tahun maupun usia dewasa.

“Balita mungkin pemicu utama penyebaran Covid-19 di antara kelompok masyarakat,” demikian kesimpulan studi dari JAMA Pediatrics itu.

Studi itu dipublikasikan jelang pemerintahan pimpinan Presiden Donald Trump hendak mendesak dibukanya kembali kegiatan belajar mengajar di sekolahan serta dibukanya kembali pusat-pusat penjagaan anak demi bisa memulai kembali roda perekonomian di negaranya.

Studi JAMA Pediatrics itu dilakukan di Kota Chicago dengan melibatkan 145 pasien Covid-19 dengan beragam keparahan. Para pasien itu dibagi dalam 3 kelompok yaitu balita, anak dan remaja, dan orang dewasa.

Temuan studi terbaru ini berlawanan dengan pernyataan otoritas kesehatan yang sebelumnya menyebut bahwa balita jarang terinfeksi secara serius dari wabah virus korona dan dianggap tidak menyebarkan Covid-19 secara lebih luas ke orang lain. SB/AFP/I-1

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment