Wayang Kulit Amal Peduli Seniman Rembang Terdampak Covid-19 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 31 2020
No Comments

Wayang Kulit Amal Peduli Seniman Rembang Terdampak Covid-19

Wayang Kulit Amal Peduli Seniman Rembang Terdampak Covid-19

Foto : foto istimewa
Dalang Ki Sigid Ariyanto memainkan lakon Brubuh Ngalengka saat pagelaran Wayang Amal Peduli Seniman yang didukung PT Semen Gresik. Hasil donasi pagelaran wayang yang disiarkan secara online, disalurkan para seniman yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (23/5).
A   A   A   Pengaturan Font

Wayang Kulit Amal Peduli Seniman Rembang Terdampak Covid-19

 

REMBANG - Wayang Kulit Amal Peduli Seniman digelar untuk mengagalang donasi para seniman yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Rembang.  Pertunjukan wayang yang digelar secara online tersebut,  merupakan hasil sinergi Semen Gresik, Dalang Ki Sigid Ariyanto  dan Sanggar Seni Cakraningrat. 

 

Wayang kulit dengan lakon " Brubuh Ngalengka "  itu disiarkan secara langsung melalui akun sosmed resmi milik Semen Gresik baik berupa kanal youtube, facebook maupun Instagram. 

 

Kepala Unit Komunikasi dan Bina Lingkungan PT Semen Gresik Syaichul Amin mengatakan, selain menghibur, wayang kulit salah satu cara agar generasi milenial yang akrab dengan sosmed tergerak ikut aktif melestarikan budaya dan kearifan lokal. Langkah ini penting sebab nasib wayang dan berbagai seni budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur itu berada di tangan para generasi muda.

 

"Kemajuan teknologi harus juga kita maksimalkan untuk nguri-nguri budaya. Dan sinergi dengan Dalang Ki Sigid Ariyanto adalah bagian dari upaya itu," kata dia di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Sabtu (23/5).

 

Syaichul yang menonton langsung melalui akun youtube Sigid Channel milik Dalang Ki Sigid Ariyanto itu , juga ikut memberikan donasi dari kantong pribadi untuk para seniman di kota Garam.

 

Menurutnya, Semen Gresik memiliki komitmen melestarian seni budaya dan kearifan lokal. Dalam beberapa tahun ini, pagelaran wayang kulit selalu digelar untuk memeriahkan HUT PT Semen Gresik Pabrik Rembang. Tak hanya wayang, juga berkomitmen nguri-nguri berbagai seni budaya lain. Salah satu contohnya kesenian angklung asal Kabupaten Blora yang juga ditampilkan saat HUT perusahaan.

 

"Dengan memberi ruang tampil di hadapan publik itu juga bagian nguri-nguri budaya. Ini penting karena seni budaya itu juga bagian dari identitas bangsa kita," katanya.

 

Sementara itu, Dalang Ki Sigid Ariyanto mengapresiasi upaya yang dilakukan Semen Gresik. Sebab berkat kegiatan wayang amal, seniman di Rembang yang awalnya menganggur karena dampak Covid-19 akhirnya bisa beraktivitas lagi. Meskipun pihaknya juga mengakui kondisinya tidak sama seperti saat kondisi normal, namun hal itu tetap patut disyukuri.

 

"Seiring wabah Covid-19, ada sekitar 68 jadwal pagelaran wayang yang saya tunda sejak Maret - Mei ini. Dan kemungkinan akan berlanjut hingga beberapa bulan. Padahal Juni - Juli bahkan hingga Agustus biasanya ramai, hampir tiap hari ada pagelaran wayang. Makanya kami mengapresiasi Semen Gresik dan instansi lain yang mendukung wayang amal ini. Meski hanya live lewat sosmed tapi para seniman tetap bisa berkarya," kata dia.SM/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment