Koran Jakarta | May 22 2019
No Comments
Perang Dagang

Waspadai Risiko Badai Ekonomi Global

Waspadai Risiko Badai Ekonomi Global

Foto : NICOLAS ASFOURI/AFP
DELEGASI AS - Wakil Perwakilan Dagang AS, Jeffrey Gerrish (tengah) dan anggota delegasi meninggalkan sebuah hotel menjelang pertemuan dengan para pejabat Tiongkok di Beijing, Senin (11/2).
A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING - Juru runding Amerika Serikat (AS) tiba di Beijing, Tiongkok, untuk putaran terbaru perundingan perang dagang antara AS-Tiongkok, Senin (11/2). Delegasi kedua nega­ra itu dihadapkan pada risiko tinggi, mengingat kesepakatan harus ter­capai sebelum batas waktu 1 Maret 2019 yang ditetapkan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Sementara itu, Dana Moneter In­ternasional (IMF) memperingatkan, bila kesepakatan tidak tercapai maka perang dagang antara kedua Raksasa Ekonomi Dunia itu berpotensi memi­cu badai ekonomi global.

Gedung Putih menyatakan Jeffrey Gerrish akan memimpin delegasi AS pada pembicaraan yang dimulai ke­marin. Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, dan Menteri Keuangan, Steven Mnuchin, akan hadir dalam sesi pembahasan akhir pada Kamis dan Jumat nanti. Gerrish membawa­hi sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pejabat Departemen Per­tanian, departemen energi, dan de­partemen perdagangan.

Pada Desember 2018, Washington menangguhkan kenaikan tarif impor 25 persen terhadap produk-produk Tiongkok senilai 200 miliar dollar AS, dari yang berlaku 10 persen saat ini. Penundaan tarif bertujuan untuk memberikan waktu bagi kedua ne­gara menyelesaikan perselisihan da­gang, yang memicu kekhawatiran ter­jadinya perlambatan ekonomi global.

Terkait guncangan ekonomi du­nia, IMF, Minggu (10/2), menge­luarkan peringatan soal potensi terjadinya badai ekonomi global, di­dasarkan atas mendung yang meng­gelayuti ekonomi dunia akibat iklim keuangan ketat, ketidakpastian pemi­sahan Inggris dari Uni Eropa (Brexit), dan perlambatan ekonomi Tiongkok.

“Kami tidak tahu apakah perun­dingan itu akan berjalan dengan baik, dan apa yang kami tahu adalah seng­keta itu sudah mulai berdampak pada perdagangan, kepercayaan, dan pada pasar,” kata Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, dalam KTT Peme­rintah Dunia, di Dubai.

Sebelumnya, IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan global 2019 dari 3,7 persen menjadi 3,5 persen.

Tanpa Kepastian

Berkaitan dengan kemajuan pe­rundingan, Gerrish meninggalkan hotel di pusat Beijing, Senin pagi, tanpa berbicara kepada media. Tidak ada pihak yang memberikan kepas­tian kapan sebenarnya pembicaraan akan dimulai.

Mnuchin dan Lighthizer dijadwal­kan akan bergabung dengan David Malpass, calon presiden Bank Dunia yang telah berperan membatasi ban­tuan keuangan ke Beijing. Sedang­kan delegasi Tiongkok akan dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Liu He, yang akan bergabung dengan Guber­nur Bank Sentral, Yi Gang.

Sebagai pemimpin delegasi, Liu telah bertemu dengan Donald Trump bulan lalu.

Dia mengatakan penyelesaian ak­hir dari perundingan akan bergan­tung pada pertemuan dengan Presi­den Tiongkok, Xi Jinping, yang akan memutuskan pasal yang memicu perselisihan. AFP/SB/WP

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment