Koran Jakarta | April 21 2019
No Comments
Produk Perawatan

Waspadai Bahan Berbahaya yang Dikandungnya

Waspadai Bahan Berbahaya yang Dikandungnya

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Dari banyaknya produk pribadi yang digunakan setiap hari, ternyata terdapat racun yang ada pada produk-produk tersebut. Mulai dari shampo, pasta gigi, sabun, deodoran, conditioner, lip balm, tabir surya, body lotion, produk cukur dan kosmetik.

Environmental Working Group (EWG) melakukan sebuah survei dan men­emukan bahwa rata-rata setiap orang menggunakan paling ti­dak sembilan produk perawatan diri setiap hari. Dan 25 persen wanita menggunakan lebih dari 15 produk.

Sayangnya, produk-produk tersebut berpotensi mengandung bahan berbahaya yang diserap oleh kulit. “Produk perawatan kulit diproduksi dengan 10.500 bahan senyawa unik, yang beberapa di antaranya dikenal atau diduga karsinogen, racun yang menggang­gu sistem reproduktif atau dikenal mengacaukan sistem endokrin,” kata EWG.

Pada buku Toxic Beauty yang ditulis Samuel S. Epstein, MD, disebutkan bahwa dari 3.000 senyawa sintetis yang ada pada parfum, setidaknya 900 di anta­ranya diidentifikasi setara dengan racun menurut National Institute of Occupational Safety and Health. Sebuah statistik dari Organic Consumers Association juga men­gatakan kalau wanita yang meng­gunakan kosmetik harian bisa menyerap lebih dari 2 kg senyawa ke dalam tubuh setiap harinya.

Peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pun menemukan bahwa banyak orang yang menyerap bahan berbahaya ini ke dalam kulitnya dan berikut lima bahan berbahaya yang harus dihindari pada produk perawatan kulit.

  1. Phthalates

Di buku Younger karya Sara Gottfried, MD, ia mengatakan bahwa phthalates berhubungan dengan kanker payudara dan dia­betes tipe 2, begitupun menyebab­kan kecacatan kelahiran pada bayi laki-laki dan menyebabkan meno­pause yang lebih awal pada wanita. Bahan beracun ini kerap kali ditemukan pada produk pemoles kuku, hair spray, lotion setelah bercukur, sabun, shampo dan produk wewangian.

  1. Parabens

Parabens merupakan salah satu bahan yang paling sering ditemukan di kosmetik. Meskipun bahan berbahaya, CDC men­gatakan bahwa selama parabens yang ada di produk kosmetik berada pada batas aman maka tidak merugikan kesehatan. Tetapi menurut European Scientific Committee on Consumer Safety, permasalahan utama dengan parabens pada produk kosmetik adalah berpotensial bersifat seperti hormon, khususnya estrogen.

Bahan berbahaya ini selain ditemukan pada komestik, juga terdapat pada pelembab, produk perawatan rambut, serta produk cukur.

  1. Sodium lauryl sulfate (SLS)

SLS diciptakan untuk tujuan menciptakan busa pada suatu produk. EWG mengklasifikasikan SLS sebagai racun yang berbahaya untuk lingkungan dengan ban­yaknya kasus yang menyebabkan iritasi pada kulit. “Busa memang bagus, tapi tidak setara dengan iritasi kulit, kerontokan pada rambut dan risiko kanker payudara ser­ta ketida­ksuburan pada pria,” kata Gottfried. SLS biasanya ditemukan pada produk kosmetik, pasta gigi, produk perawatan ram­but dan krim kecantikan.

  1. Triphenyl phosphate (TPhP)

TPhP merupakan salah satu bahan dari pemoles kuku yang bertujuan agar cat kuku yang dipoles tidak pecah. Sebuah penelitian pada binatang men­emukan bahwa TPhP menggang­gu metabolisme karbohidrat dan merusak perbaikan DNA.

  1. Titanium dioxide

Berdasarkan California Safe Cosmetics Program (CSCP), titanium dioxide termasuk dalam daftar senyawa yang berpotensi sebagai karsinogen pada manu­sia. Dikatakan pula lebih dari 80 persen semua produk dilaporkan mengandung titanium dioxide. Bahan beracun ini biasanya ditemukan pada produk kosme­tik, tabir surya, sabun dan krim kecantikan serta produk lainnya. gma/R-1

Hal yang Harus Diperhatikan

Tampil cantik merupakan dambaan setiap orang, ter­masuk generasi milenial. Ke­cenderungan ini menjadi tuntutan bagi siapapun agar lebih cermat memilih kosmetik atau produk perawatan yang aman. Bahkan BPOM menemukan lebih dari 100 merek kosmetik yang mengandung berbahaya dan produk tersebut telah beredar banyak di masyara­kat.

Maka dari itu, Badan Penga­was Obat dan Makanan (BPOM) mengimbau bagi generasi muda, khususnya, agar menjadi konsumen cerdas dengan ikut melibatkan diri dalam melakukan pengawasan serta memberikan edukasi dan informasi pada ma­syarakat mengenai produk-produk yang diduga mengandung bahan-bahan berbahaya. “Pengawasan ini menjadi tugas kita semua, mulai dari mengawasi, mencermati, sam­pai melaporkan apabila melihat kegiatan ilegal atau mencurigakan atau ada produk yang diduga berbahaya,” kata Penny K Lukito, Kepala BPOM.

Menurutnya, obat dan makanan produk yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-sehari, sehingga tidak hanya menentukan aspek ke­sehatan, melainkan juga produk­tivitas dan ketahanan bangsa ke depan. Terutama dengan perkem­bangan teknologi dan globalisasi yang menjadi tantangan besar dalam pengawasan.

Untuk itu, BPOM pun me­nyampaikan tips dalam memilih kosmetik yang aman. Hindari kosmetik yang mengklaim mampu memberikan efek instan atau den­gan iklan dan promosi berlebihan dan harga yang sangat murah. Karena biasanya kosmetik tersebut menggunakan bahan berbahaya. “Kosmetik dengan efek instan seperti memutihkan dalam waktu singkat, mengencangkan kulit atau bebas keriput, biasanya meng­gunakan bahan berbahaya seperti hidrokinon, merkuri, asam reti­noat, resorsinol dan sebagainya,” ujar Mayagustina Andarini, Deputi II BPOM.

Periksa juga kandungan yang terdapat pada kemasan produk untuk mengecek apakah terdapat bahan berbahaya bagi tubuh. Jika ternyata kemasan tidak mengand­ung daftar bahan yang digunakan, maka langkah selanjutnya bisa mengecek informasi produk terse­but dengan aplikasi Cek BPOM termasuk izin edar kosmetik. Pilih juga produk yang berserti­fikat organik karena lebih sedikit kandungan bahan berbahayanya dibandingkan kosmetik konven­sional, meskipun dari segi harga produk ini lebih mahal.

Cara yang paling bagus sebena­rnya adalah dengan membuat produk kosmetik atau perawatan sendiri, terlebih saat ini banyak langkah di internet mengenai hal itu. Mulai dari bagaimana cara membuat pelembab, deodoran, masker, scrub, dan lain-lainnya, yang tentunya jauh lebih sehat dan hemat.

Minyak kelapa organik con­tohnya, merupakan salah satu bahan serba guna yang bisa digu­nakan untuk kulit, gigi dan lain­nya. Peneliti menemukan bahwa minyak ini gampang diserap, melembabkan kulit dan memiliki banyak manfaat lainnya untuk kulit termasuk seseorang yang mempunyai permasalahan kulit seperti dermatitis atopik. gma/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment