Warisan Adiluhung tentang Kehidupan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
The Story of Batik

Warisan Adiluhung tentang Kehidupan

Warisan Adiluhung tentang Kehidupan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Batik lebih dari sebuah kain, batik merupakan warisan dari pikiran besar para leluhur yang menggambarkan kebijaksanaan sebagai pedoman tentang cinta, kesabaran, kedamaian, dan kehidupan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Gallery Amandari Batik bersama PLN menggelar acara bertajuk “The Story of Batik: Legacy, Investment, and Diplomacy”, pada Rabu (4/12) di Magnolia Room Hotel Gran Mahakam Jakarta.

Mengapa batik? “Batik adalah karya produk yang menjadi ikon negara berskala nasional yang telah diakui dunia, sehingga kita wajib mengawal perkembangannya.Ada keindahan, keanggunan, dan komitmen untuk bercerita tentang kekayaan budaya kita lewat alur ulasannya,“ jelas Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PLN, Sripeni Inten Cahyani.

Ada proses idealisme dalam membatik sebagai keagungan budaya bangsa Indonesia. Inilah legacy untuk generasi ke depan. “Untuk itu, kami menghadirkan suatu trasformasi yaitu mengajak kaum millenial yang budayanya adalah serba instan, dapat tetap turut membatik dengan menggunakan kompor listrik dalam penggunaan dengan cantingnya yang efisiensinya bisa mencapai 63 persen,“ ujarnya.

Dalam acara tersebut ada dua sharing session. Pertama, untuk kalangan milenial di mana adanya transformasi dalam membatik, dan kedua tentang bagaimana membawa batik ke pasar global.

Batik sebagai jembatan komunikasi yang dipilih, ungkap pemilik Gallery Amandari Batik, Uti Rahardjo, karena sudah melekat pada semua kalangan, sebutlah sosialita, pengusaha, pemerhati budaya maupun fashionpreneur dengan jaringan internasional. “Untuk itu kami mengundang mereka, yang concern dengan batik, dan fashionpreneur yang konsen dengan batik dan sudah berpengalaman di beberapa negara,” ungkapnya.

Batik memiliki tiga unsur yang terangkum dalam tema besar acara tersebut, yakni legacy, investment, dan diplomacy.

Tidak hanya hasil budaya, tetapi dari hasil proses pembuatannya, batik juga harus bisa berinovasi dan bertransformasi sehingga bisa terus dilestarikan.

Dinamika dunia ini berubah sungguh cepat, di mana harus ada adaptasi yang harus dilakukan, sehingga bisa sesuai dengan zamannya. Tetapi, dia juga tidak ingin batik sekadar printing, karena masih ada idealisme batik itu harus dibatik secara tradisional. “PLN memiliki visi dan misi yang ingin memelihara legacy. Legacy-nya PLN adalah membuat sesuatu lebih praktis, bersih, dan aman,” kata Uti.

Maka dari itu, alternatif atau transformasinya adalah membatik menggunakan kompor listrik yang sepaket dengan canting listrik (elektrik). PLN memiliki alat inovasi membatik ini. Dan, terkait dengan canting elektrik ini, kelebihannya adalah pengrajin atau pembatik tidak perlu lagi untuk meniup cucuk canting sebelum menggoreskan motif. Alhasil, proses dalam pembuatan pola lebih cepat selesai.

Artinya, dengan alat yang inovatif tersebut, pengrajin tidak perlu lagi sibuk untuk mengecek tingkat panasnya. Sehingga pengrajin bisa lebih fokus membuat batik. “Kalau lebih fokus, harapannya proses pembatikan bisa lebih cepat, dan secara ekonomis lebih naik,” Uti berharap.

Nilai Jual Tinggi

Batik dari segi investasi memiliki nilai cukup tinggi. Karena sebuah batik yang unik, seperti sebuah lukisan yang hanya ada satu di dunia, sebagai collectible investment.

Sebagai investasi lain, sekarang semua orang sudah mencintai batik, bahkan sudah banyak desainer luar memakai bahan batik sebagai bahan dasar desain mereka. Di era digital seperti sekarang, pembatik bisa lebih mudah untuk bisa memasarkan batiknya ke luar negeri.”Jadi investasi di sini juga market-nya semakin luas,” terang Uti.

Tidak hanya itu, target lainnya yakni berkomunikasi dengan SEC: high end. “Karena PLN identik dengan kredibilitas tinggi dengan high end &international network di mana pemasaran PLN ke depan sebaiknya menyasar pada pengambil keputusan di korporasi yang ada pada SEC ini,” terang Uti.

Batik Amandari sendiri, setelah event ini, akan tetap menjalin kerja sama dengan PLN. “Ini kan merupakan CSR dari PLN maupun Batik Amandari. Kami sebagai pengusaha juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat yang ingin merepresentasi,” jelasnya.

Memang, antara Amandari Batik dan PLN akan menjadi hub untuk orang-orang yang ingin present bersama-sama. Di zaman sekarang ini, tidak ada yang bisa melakukan sendirian, harus ada kerjasama dan kolaborasi atau yang dikenal sebagai collaborative intelligent. gma/R-1

Ragam Motif Batik Populer

Kata batik berasal dari bahasa Jawa ambathik yang terdiri dari kata amba yang berarti lebar, luas, kain dan kata bathik yang berarti titik atau matik. Kedua kata tersebut berkembang menjadi istilah batik yang dapat diartikan sebagai membuat titik-titik pada kain yang lebar.

Berikut beberapa motif batik yang populer di Indonesia.

1. Batik Megamendung

Hasil gambar untuk Batik Megamendung

Batik Megamendung merupakan motif kain batik khas daerah Cirebon. Motif Megamendung sangat khas dengan bentuk awan besar berwarna cerah dan mencolok.

2. Batik Tujuh Rupa Pekalongan

Hasil gambar untuk Batik Tujuh Rupa Pekalongan

Ciri khas batik Pekalongan yakni didominasi motif tumbuh-tumbuhan dan hewan. Batik Pekalongan sangat cantik apabila dikombinasikan dengan pakaian berbahan polos.

3. Batik Parang Rusak

Motif Parang Rusak merupakan motif yang sangat populer di kalangan pecinta batik. Motif batik Parang Rusak mengandung arti mendalam, yakni peperangan manusia dalam melawan sifat buruk dan nafsu selama hidup.

4. Batik Keraton

Motif batik Keraton ini sangat kental dengan nuansa elegan, sakral dan sarat akan filosofi kehidupan. Karenanya, dulu batik Keraton hanya boleh digunakan sebagian orang saja.

5. Batik Priyangan Tasikmalaya

Batik Priyangan Tasikmalaya terkenal dengan ciri khasnya yang memiliki corak yang rapat, rapi, dan berkelas. Dominasi motif rumput dan tumbuh-tumbuhan menjadi identitas utama batik Priyangan.

6. Batik Lasem

Batik Lasem adalah batik yang berasal dari daerah Lasem yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Batik Lasem memiliki ciri khas warna merah menyala. Hal ini disebabkan karena batik Lasem sangat dipengaruhi kebudayaan Tiongkok.

7. Batik Bali

Ragam batik khas Pulau Dewata ini juga tak kalah populer. Motif batik Bali banyak terinspirasi dari berbagai hewan seperti kura-kura, burung bangau, dan rusa. Warna-warna yang digunakan pada batik Bali juga dominan warna cerah, seperti biru, kuning, dan ungu.

8. Batik Pring Sedapur Magetan

Hasil gambar untuk Batik Pring Sedapur Magetan

Batik Pring Sedapur Magetan merupakan pilihan batik dengan motif sederhana dan simpel. Meskipun begitu, batik Pring Sedapur sarat akan makna filosofis.

9. Batik Malang

Hasil gambar untuk Batik Malang

Kota Malang, Jawa Timur juga punya motif batik kebanggaan. Batik Malang memiliki ciri khas warna cerah. Motif batik Malang juga unik, yakni kombinasi gambar-gambar candi yang ada di kota tersebut.

10. Batik Betawi

Hasil gambar untuk Batik Betawi

Batik Betawi kerap ditampilkan dalam pameran kebudayaan Betawi ataupun digunakan pada acara-acara bergengsi seperti perhelatan Abang None Jakarta. gma/R-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment