Koran Jakarta | November 22 2017
No Comments
Gempa Iran-Irak

Warga Perbatasan Kesulitan Makanan

Warga Perbatasan Kesulitan Makanan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

ANKARA – Ribuan penduduk korban gempa bumi di wilayah perbatasan Iran–Irak mulai kekurangan makanan, air bersih, tempat berteduh, dan aliran listrik. Sejumlah jalan yang terputus telah memperparah keadaan karena mempersulit pengiriman bantuan.

Mereka juga saat ini sedang bertarung melawan udara musim dingin. Lebih dari 30.000 rumah hancur dan setidaknya dua desa benar-benar remuk, akibat gempa berkekuatan 7.3 skala Richter yang mengguncang perbatasan Iran-Irak, Minggu (12/11).

Jumlah warga yang tewas pun terus bertambah dan sudah mencapai 530 orang. Sementara itu, 8.000 orang lainnya mengalami luka-luka. Stasiun televisi di kedua negara ramai mewartakan upaya evakuasi yang dilakukan aparat setempat di area-area yang terguncang gempa bumi.

Di Iran, terkonfirmasi setidaknya 14 provinsi terkena dampak musibah ini. Banyak desa-desa dan kota-kota di wilayah pegunungan di Provinsi Kermanshah, remuk oleh guncangan gempa bumi. Provinsi Kermanshah adalah wilayah Iran yang berbatasan persis dengan Irak.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, pada Senin pagi (13/11) waktu setempat, tiba di provinsi Kermanshah. Dia berjanji akan mengerahkan seluruh kekuatan dan kekuasaan yang dimilikinya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ditimbukan akibat gempa bumi ini sesegera mungkin.

Stasiun televisi miliki Pemerintah Iran mewartakan ribuan orang berkerumun bergantian tidur di camp-camp penampungan dan ada pula yang menghabiskan malam kedua pascamusibah dengan tidur beratapkan langit karena mereka masih takut gempa susulan akan terjadi.

Sarpol-e Zahab, salah satu warga yang sekarang tidak punya rumah, mengatakan keluarganya menderita karena udara dingin sebab mereka tidak kebagian tenda. Ketersedian tenda-tenda dirasakannya amat kurang. uci/Rtr/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment