Koran Jakarta | October 21 2019
No Comments
Musim Kemarau l Atasi Kekeringan, DKI Bangun 25 Penampungan Air

Warga Harus Hemat Air

Warga Harus Hemat Air

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Hadapi ancaman kekeringan di beberapa wilayah Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam waktu dekat akan mengeluarkan instruksi gubernur.

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meng­ajak seluruh masyarakat Jakarta untuk menghemat air. Anca­man kemarau panjang dihadapi oleh berbagai wilayah di Indo­nesia, termasuk Jakarta karena adanya perubahan iklim.

“Jadi kita mengalami ini se­mua, tidak hanya Jakarta. Saya rasa siapa pun harus lebih he­mat dalam penggunaan air. Apa pun kegiatan kita, sebisa mungkin lebih hemat dalam penggunaan air. Lalu, gunakan saluran-saluran untuk mengo­lah air dengan baik, sehingga air itu bisa dipakai kembali,” ujar Anies di Gedung DPRD DKI, Kamis (22/8).

Menurutnya, Pemerin­tah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan langkah-langkah strategis un­tuk mengantisipasi kekerin­gan. Dia mengaku akan segera mengeluarkan instruksi guber­nur untuk Satuan Kerja Per­angkat Daerah (SKPD) terkait mengantisipasi kemarau pan­jang di wilayah Jakarta.

Direktur Utama PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo, mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi musim kema­rau. Dia memastikan pasokan air bersih untuk warga Jakarta aman.

“PAM Jaya secara intens melakukan koordinasi dengan pihak PJT II sebagai penge­lola air baku Jakarta di Waduk Djuanda. Berdasarkan hasil koordinasi bahwa level keting­gian muka air di Waduk Djuan­da Jatiluhur masih pada level aman untuk menyuplai air baku ke Jakarta, dan diperkira­kan akan tetap aman sampai musim kemarau saat ini usai,” ujar Hernowo.

Selain itu, lanjut Herno­wo, pasokan air curah dari Tangerang untuk wilayah Barat Jakarta juga masih normal. Hingga saat ini, dia memasti­kan distribusi air melalui per­pipaan di wilayah DKI Jakarta masih dalam kendisi normal secara keseluruhan.

“PAM Jaya masih terus berupaya untuk menambah cakupan layanan khususnya di­daerah-daerah yang belum ter­jangkau air perpipaan (Jakarta Utara dan Barat),” katanya.

Kios Air

Tahun ini, kata Hernowo, PAM Jaya sedang membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Hutan Kota dengan kapasitas produksi 500 liter per sekon (lps) yang akan mengali­ri empat kelurahan yaitu Ka­mal Muara, Kamal, Tegal Alur, dan Pegadungan. SPAM Hutan Kota ini diperkirakan akan me­nambah sekitar 30.000 pelang­gan baru.

“Terhadap wilayah yang masih belum mendapatkan akses air perpipaan (di luar wi­layah yang akan dilayani oleh SPAM Hutan Kota), kami me­nyiapkan solusi jangka pendek dan sementara berupa pem­bangunan kios air di beberapa titik di Jakarta,” jelasnya.

Tahun ini, pihaknya akan membangun 25 kios air. Salah satu wilayah yang akan di­bangun kios air yaitu daerah Semanan, Kalideres. Sedang­kan untuk kondisi emergensi, PAM Jaya bersama Palyja dan Aetra juga menyiapkan mobil tangki.

Sebelumnya, Badan Me­teorologi klimatologi dan Geo­fisika (BMKG) stasiun klima­tologi klas II Tangerang Selatan mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis pada Selasa (20/8).

Dari keterangannya, selu­ruh zona musim di Banten dan DKI Jakarta telah memasuki musim kemarau dan diper­lukan kewaspadaan dari ma­syarakat terkait ancaman ben­cana kekeringan.

Data menunjukkan, seba­gian besar wilayah Banten dan DKI Jakarta mengalami deret hari kering lebih dari 20 hari hingga lebih dari 60 hari. Praki­raan peluang curah hujan pada dasarian III Agustus dan dasar­ian I September 2019 menun­jukkan beberapa daerah akan mengalami curah hujan yang sangat rendah dengan peluang lebih dari 90 persen.  pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment