Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
KTT Iklim COP24

Warga Dunia Tuntut Setop Penggunaan Batu Bara

Warga Dunia Tuntut Setop Penggunaan Batu Bara

Foto : ANTARA/Prasetyo Utomo
PAVILIUN INDONESIA - Pengunjung membaca dan menempelkan kertas harapan di Paviliun Indonesia dalam ajang Konferensi Perubahan Iklim ke-24 di Katowice, Polandia, Rabu (5/12). Selain sebagai tempat untuk mendapatkan perkembangan terbaru soal upaya Indonesia dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, Paviliun Indonesia juga memberikan informasi tentang keindahan alam dan kekayaan budaya Tanah Air.
A   A   A   Pengaturan Font

KATOWICE - Kelompok kampanye lingkungan, yang mewakili warga negara dari seluruh dunia, dalam Konferensi Iklim COP24 di Katowice, Polandia, menuntut penghentian penggunaan batu bara, Rabu (5/12). Tapi, tuan rumah Polandia justru sedang mendorong perlindungan energi batu bara yang memungkinkan negara itu untuk terus menggunakan energi fosil tersebut.

Pada saat negara-negara dalam konferensi PBB itu masih berkutat membahas bagaimana mengurangi pemanasan global, berbagai negara di dunia sudah menghadapi badai, banjir, kebakaran, dan kekeringan. Emisi-emisi buatan manusia telah meningkat setiap tahun sejak kesepakatan iklim bersejarah di Paris pada 2015.

Dengan lambatnya kemajuan pembahasan secara politik, masyarakat yang sangat terdampak perubahan iklim punya tuntutan jelas, yakni akhiri penggunaan energi fosil sekarang.

“Krisis iklim yang mendesak sudah sangat nyata di lapangan karena masyarakat kita menderita akibat berbagai dampak cuaca ekstrem,” kata Lidy Nacpil, koordinator Gerakan Masyarakat Asia untuk Utang dan Pembangunan (Asia Peoples’ Movement on Debt and Development). “Tanaman pangan akan musnah tidak saja oleh banjir dan hujan, tapi juga oleh kemarau.

Urgensi ini tidak tecermin dalam tindakan-tindakan pemerintah,” kata Lidy. Inisiatif Tuntutan Rakyat atau “People’s Demand” ini sudah ditandatangani oleh lebih dari 300 ribu orang dari lebih 120 negara. Petisi itu menyerukan kepada negara-negara ekonomi maju, yang bertanggung jawab untuk sebagian besar emisi gas kaca, untuk memenuhi janji mereka membiayai negara- negara beradaptasi dengan perubahan iklim dan menjadi ramah lingkungan sepenuhnya pada 2030.

Tapi, sebagian besar negara- negara Barat masih sangat tergantung pada energi fosil. Presiden Polandia, Andrzej Duda, dalam pidato pembukaan Konferensi Iklim, Senin (3/12), bahkan mengatakan ketergantungan Polandia terhadap batu bara “tidak berseberangan dengan perlindungan iklim dan kemajuan yang sudah dicapai.”

Polandia dan negara-negara yang masih bergantung pada batu bara mengatakan mereka membutuhkan “transisi yang adil dan bertahap” menuju energi terbarukan yang melindungi para penambang dan ketahanan energi nasional. 

 

AFP/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment