Koran Jakarta | December 15 2017
No Comments
suara daerah

Warga Bandung Tidak Perlu Belanja Berlebihan

Warga Bandung Tidak Perlu Belanja Berlebihan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Menjelang bulan Ramadan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah, termasuk di Kota Bandung terus bergerak naik. Padahal stok kebutuhan dilaporkan masih mencukupi. Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil mengimbau agar masyarakat tetap tenang sehingga tidak berlebihan dalam mengonsumsi bahan-bahan pokok.

Untuk mengetahui langkah antisipasi yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung, wartawan Koran Jakarta, Teguh Rahardjo berkesempatan mewawancarai Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, di Bandung, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Laporan dari dinas terkait, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional tetap ada kenaikan, menurut Bapak kenapa?

Ini fenomena yang biasa terjadi. Setiap menjelang bulan Ramadan ada kenaikan harga kebutuhan. Namun, kami meminta agar pasokan kebutuhan pokok diperbanyak. Secara logika seharusnya kalau berpuasa konsumsi berkurang, bisa berhemat. Tapi jika berlebihan ya, permintaan jadi naik, mempengaruhi harga.

Lebih ke efek psikologis?

Betul. Ramadan adalah momentum untuk menahan diri dari sifat berlebih-lebihan. Pada hakikatnya, Ramadan itu menahan. Jadi jangan malah konsumtif dengan berbelanja sembako lebih dari biasanya. Yang wajar saja. Tidak usah takut kehabisan, stoknya terjamin.

Persediaan stok bagaimana, khususnya daging?

Stok cukup. Di Kota Bandung, permintaan daging ayam, diprediksi meningkat dari 80 hinga 100, menjadi 400 ekor per hari selama Ramadan sampai Lebaran. Demikian pula dengan daging sapi yang permintaannya meningkat dua kali lipat dari biasanya. Meskipun demikian, saya memastikan stok pangan menjelang bulan puasa untuk Kota Bandung aman.

Tidak ada kekurangan stok pangan, baik beras, daging, maupun sayuran.
Saya arahkan masyarakat untuk mencoba daging beku, harganya jauh lebih murah. Soal rasa saya kira sama saja, tergantung mengolahnya. Ini masalah edukasi persepsi sehingga terjadi inflasi harga. Makanya kami akan kampanye kreatif untuk itu.

Pesan seperti apa agar masyarakat menahan diri berbelanja berlebihan?

Hidup hemat harus menjadi tradisi baru. Tidak harus segalanya baru dan konsumsi berlebihan. Kami juga telah bersiaga dengan tim Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Bulog manakala terjadi lonjakan harga yang tidak semestinya. Jika hal itu terjadi, akan segera melakukan operasi pasar. N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment