Koran Jakarta | June 26 2017
No Comments
Politik Filipina

Wapres Leni Robredo Terancam Pemakzulan

Wapres Leni Robredo Terancam Pemakzulan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

MANILA – Seorang pengacara yang pernah membela mendiang mantan Presiden Ferdinand Marcos, Oliver Lozano, pada Senin (20/3) melayangkan surat permintaan pemakzulan bagi Wakil Presiden Filipina, Leni Robredo. Adapun alasan bagi pemakzulan Wapres Robredo karena kritikan pedasnya terhadap pemerintah terkait upaya pemberantasan narkoba.

Dalam surat permintaan yang dilayangkan kepada ketua DPR, Pantaleon Alvarez, Lozano menyebut bahwa Wapres Robredo telah melakukan pelanggaran terhadap konstitusi dan mengkhianati kepercayaan publik. Alvarez yang merupakan sekutu paling loyal dari Perisden Rodrigo Duterte itu sebelumnya juga telah berencana untuk mengajukan permintaan yang serupa dengan Lozano terhadap Wapres Robredo.

“Dia (Robredo) bagai rayap bagi pemerintah,” tulis Lozano dalam surat permintaan sebanyak 6 halaman itu.

Robredo bukan berasal dari partai yang menyokong Duterte dan terpilih sebagai Wapres Filipina dalam pemilu yang terpisah. Robredo amat menentang perang terhadap narkoba yang dicanangkan Presiden Duterte. 

Penentangan Robredo pernah dicurahkan dalam rekaman video yang dikirimkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hal ini dikecam Alvarez sebagai tindakan yang tak bertanggung jawab. “Ini untuk pertama kalinya seorang pejabat tinggi pemerintah yang mengirimkan klip video yang memburuk-burukkan negara kita,”kata Alvarez.

Atas ancaman pemakzulan, pengacara Robredo, Barry Gutierrez mengatakan bahwa apa yang dilakukan Wapres Filipina itu bukanlah sebuah pelanggaran hukum. “Berkata jujur bukanlah sebuah pelanggaran hukum yang mendasari permintaan pemakzulan,” kata Gutierrez.

Namun pembelaan itu tak bisa diterima kubu pendukung Presiden Duterte terutama kaum loyalis yang dulu pernah jadi pendukung kuat rezim mendiang Ferdinand Marcos. Anak Marcos yaitu Ferdinand Marcos Junior alias Bongbong kalah dalam perebutan kursi Wakil Presiden Filipina pada pemilu 2016 lalu terhadap Leni Robredo.

Empat hari sebelumnya, anggota parlemen Majelis Rendah Filipina bernama Gary Alejano juga melayangkan permintaan pemakzulan terhadap Presiden Duterte dengan tuduhan pelanggaran hukum mulai dari adanya indikasi konflik kepentingan, penyembunyian aset, hingga pembunuhan main hakim sendiri terkait pemberantasan narkoba.

Proses Ditunda

Semua surat permintaan pemakzulan baik terhadap Wapres Robredo dan Presiden Duterte tak akan segera ditangani kongres hingga Mei mendatang karena saat ini parlemen sedang sesi reses.

Kongres didominasi oleh orang-orang yang mendukung Presiden Duterte. Sementara anggota kongres penyokong Robredo adalah minoritas.

Presiden Duterte yang telah menyatakan tak bersalah atas tuntutan yang menyeret upaya pemakzulan terhadap dirinya dan para sekutunya menyatakan mosi pemakzulan terhadap Duterte besar kemungkinan bisa dipatahkan. Dari total 292 anggota parlemen dari majelis rendah, cukup sepertiga suara dari mereka saja untuk bisa melanjutkan proses pemakzulan. Rtr/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment