Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Aksi Penembakan

Wali Kota di Filipina Dibunuh di Kantornya

Wali Kota di Filipina Dibunuh di Kantornya

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

MANILA – Seorang wali kota yang masuk dalam daftar pejabat yang terlibat jaringan narkoba yang dipegang Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, dilaporkan pihak kepolisian pada Rabu (5/9) telah ditembak mati di kantornya.

“Mariano Blanco yang merupakan Wali Kota Ronda di Provinsi Cebu, telah ditembak mati oleh sejumlah pria tak dikenal di kantornya pada Rabu dini hari,” kata Kepala Polisi Kota Ronda, Inspektur Jayr Palcon. “Para saksi mata mengatakan ada empat orang bersenjata yang menumpang mobil van putih memasuki kantor wali kota. Wali Kota Blanco ada di sana karena ia sedang menginap di kantornya,” imbuh Palcon.

Wali Kota Blanco, 59 tahun, dinyatakan tewas saat setelah mendapat penanganan medis di sebuah rumah sakit. Hingga berita ini ditulis, belum ada motif yang jelas terkait penembakan terhadap Blanco dan aksi pembunuhan terhadap wali kota itu saat ini sedang dalam penyelidikan.

Hingga saat ini tak diketahui alasan mengapa Wali Kota Blanco menginap dikantornya. Namun Blanco pernah menyatakan ia menginap di kantorkan sebagai tindak berjaga-jaga setelah Presiden Duterte mengaitkannya dengan perdagangan obat-obat terlarang. Blanco membantah dugaan Duterte dan sempat menyatakan kekhawatiran atas keselamatan dirinya.

Dalam laporan polisi diketahui bahwa para penyerang sebelumnya telah meringkus pengawal Blanco sebelum mereka memasuki kantor wali kota. Saat meninggalkan kantor wali kota, para penyerang sempat memuntahkan peluru ke udara.

Palcon dalam keterangannya menyatakan bahwa Blanco ada dalam daftar pejabat yang terlibat jaringan narkoba, dan hal itu dikonfirmasi oleh juru bicara Lembaga Pemberantasan Narkoba Filipina.

Lembaga Pemberantasan Narkoba Filipina menyebut bahwa setahun lalu, Komisi Polisi Nasional Filipina telah mencopot kewenangan Blanco atas kantor kepolisian lokal setelah ia dituding terlibat dalam aktivitas perdagangan narkoba.

 

Sasaran Pembunuhan

Blanco adalah wali kota di Filipina terkini yang jadi sasaran tembak dalam beberapa bulan terakhir. Dari sejumlah wali kota yang jadi korban penembakan ada beberapa yang sama sekali tak dicurigai terkait jaringan narkoba.

Pada Februari lalu, keponakan Blanco yang menjabat wakil Wali Kota Ronda, Jonah John Ungab, juga tewas akibat tembakan setelah ia disergap usai menghadiri sebuah sidang pengadilan.

Sebelum jadi wakil wali kota, Ungab adalah pengacara yang membela tersangka gembong narkoba Kerwin Espinosa yang ayahnya, Rolando Espinosa Jr, menjabat sebagai Wali Kota Albuera di Provinsi Leyte, yang terbunuh saat dalam penahanan pihak kepolisian pada 2016.

Sebelumnya pada Juli lalu, Wali Kota Antonio Halili ditembak oleh seorang penembak jitu saat Wali Kota Tanauan itu mengikuti upacara bendera di halaman kantornya. Blanco adalah salah satu dari 11 wali kota dan wakil wali kota di Filipina yang terbunuh sejak Presiden Duterte berkuasa pada Juni 2016 lalu.

 

AFP/AlJazeera/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment