Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Mendagri, Tjahjo Kumolo Mengenai Pelayanan dan Rekonstruksi Pascagempa Lombok

Walau di Tenda Darurat Pelayanan Pada Masyarakat Tetap Jalan

Walau di Tenda Darurat Pelayanan Pada Masyarakat Tetap Jalan

Foto : antara/resno esnir
A   A   A   Pengaturan Font
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, berkunjung ke Lombok Utara. Kunjungan Menteri Tjahjo ke Lombok selain untuk memberikan bantuan rehabilitasi bagi kantor desa yang rusak karena gempa, juga bantuan sumbangan dana hasil urunan staf di Kementerian Dalam Negeri sebesar 700 juta rupiah.

 

 

Tjahjo juga ingin memastikan pelayanan pemerintahan tetap berjalan. Sebelum datang ke Lombok Utara, Menteri Tjahjo yang datang ditemani Dirjen Pemerintahan Desa, Nata Irawan, dan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Zudan Arief Fakrulloh, bertemu dengan Gubernur NTB, Mohammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB).

Di Lombok Utara, sehabis menengok dapur umum, tenda layanan kesehatan dan menggelar rapat singkat dengan Bupati Lombok Utara, Koran Jakarta sempat mewawancarai Menteri Tjahjo. Berikut petikan wawancaranya.

Tadi, Bupati Lombok Utara menanyakan soal mekanisme APBD perubahan dalam situasi bencana. Itu bagaimana?

Terakhir tadi hasil rapat konsultasi mengenai perubahan APBD sudah kita jamin payung hukumnya, untuk ada kesepakatan dengan DPR D juga segera menyusun ulang kembali perencanaan tahun anggaran 2019, juga anggaran perubahan (2018).

Nanti dipadukan dengan yang ada dari pusat, apakah itu DAU atau DAK, dana bantuan dari provinsi atau kementerian lembaga lain. Secara fisik tadi sudah disepakati bahwa perubahan anggaran dalam keadaan darurat enggak ada masalah.

Bupati Lombok Utara minta tenda untuk sekolah darurat yang masih sangat kurang?

Permintaan Pak Bupati akan segera kami sampaikan ke Jakarta, perlu sekolah, perlu tenda untuk proses belajar- mengajar.

Kemudian juga hunian sementara, bangun rumah kan lama. Jadi perlu hunian sementara. Dari laporan dokter tadi juga kebanyakan sakit perut atau diare sudah bisa diatasi semua.

Layanan pemerintahan di daerah yang kena gempa masih berjalan?

Kami hanya memastikan tadi bahwa pelayanan jalan. Satu tenda pun harus jalan.

Kami beri stimulan supaya supaya seluruh desa di sini bentuk kantor desa sementara, apakah di ruko kah, tenda kah. Supaya masyarakat yang memerlukan urusan semuanya jalan.

Soal perbaikan atau rehabilitasi kantor pemerintahan bagaimana?

Ya, kami minta segera menginventarisasi berapa kantor yang rusak, baik yang berat, sedang dan ringan. Kami juga minta menginventarisir warga yang meninggal, berapa warga yang sakit, berapa warga yang kehilangan rumah apakah rumahnya rusak berat, sedang, atau ringan.

Datanya supaya valid supaya nanti bisa dibawa Pak Bupati ke tingkat provinsi. Karena Pak Presiden menginginkan percepatan pemulihan bencana gempa ini di NTB yang meliputi Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Mataram.

Total anggaran untuk semua ini sudah disepakati?

Itu bukan kewenangan saya, tapi anggaran dipenuhi penuh oleh pemerintah pusat.

Masalah KTP, KK yang hilang bagaimana?

Langsung diurus, gratis. Dipastikan cepat. Tadi saja laporan Pak Gubernur juga satu hari libur kok, hari kedua juga sudah berjalan.

Tadi pun walau dalam situasi bencana surat akte kelahiran pun langsung diberikan. Kalau orang lahir, bawa pulang anak, ngurus lagi nanti lama lagi. Kalau urusan masyarakat harus tuntas.

Jadi pelayanan jalan?

Jalan. Kemarin kalau satu minggu kan wajar karena banyak pegawai kena musibah. Sekarang sudah jalan. Minimal ada dua orang, pokoknya jalan. Mau bergiliran, pokoknya jalan. agus supriyatna/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment