Koran Jakarta | November 13 2018
No Comments

Wakil Ketua DPRD Bali Diimbau Menyerahkan Diri

Wakil Ketua DPRD Bali Diimbau Menyerahkan Diri

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Untuk memudahkan penyidikan kasus narkoba, diimbau Wakil Ketua DPRD Bali dari Fraksi Gerindra, Jero Gede Komang Swastika untuk menyerahkan diri.

DENPASAR - Kepala Polda Bali, Irjen Pol Petrus Golose mengimbau Wakil Ketua DPRD Bali dari Fraksi Gerindra, Jero Gede Komang Swastika untuk menyerahkan diri. Politisi Par­tai Gerindra ini telah ditetapkan masuk daftar pencarian orang (DPO) karena diduga terlibat kasus narkoba.

“Kalau menyerahkan diri baik-baik maka kami akan perlakukan dengan baik,” kata Petrus Golose setelah mem­berikan pengarahan kepada se­luruh kepala desa di Bali yang dilaksanakan di Lembah Pujian Denpasar, Selasa (7/11).

Meski demikian jenderal bintang dua itu menginstruksi­kan kepada bawahannya untuk menindak tegas apabila politisi Partai Gerindra tersebut me­lawan. Tindakan tegas dilaku­kan karena di kediamannya ditemukan senjata api dan sen­jata tajam.

“Jika membawa senjata tajam dan ada perlawanan maka kami juga akan melakukan tindakan tegas. Saya sudah perintahkan, jangan ragu-ragu karena kami melihat sendiri di tempat keja­dian perkara ada senjata ilegal,” imbuhnya.

Selain itu, ditemukannya narkoba di dalam kamarnya juga menjadi perhatian kepo­lisian untuk berhati-hati karena tersangka kemungkinan ber­ada dalam pengaruh zat adik­tif. Petrus Golose berjanji akan menegakkan hukum tanpa ada keberpihakan meski Jero Gede Komang Swastika merupakan wakil rakyat di DPRD Provinsi Bali.

“Hukum tidak memandang siapa dia, apalagi untuk kejahat­an narkoba, hukum tidak memi­hak,” ucapnya.

Saat ini kepolisian tengah mengejar anggota dewan itu bersama dengan saudaranya Wayan Suandana alias Wayan Kembar yang juga kabur setelah kediaman tersangka digerebek pada Jumat (3/11). Untuk mem­buru anggota DPRD itu, lanjut Golose, polisi tidak membentuk tim khusus namun memanfaat­kan tim penanganan kejahatan lintas negara dan terorganisasi.

Tangkap Dewi Ratna

Kepolisian Resor Kota Den­pasar menangkap Dewi Ratna, istri pertama Jero Gede Komang Swastika yang juga menjadi buronan dalam kasus narkoba setelah kabur saat kediamannya digerebek petugas kepolisian pada Jumat (3/11). “Sekarang dalam proses penyelidikan dan ini juga masih dalam proses pe­ngembangan,” kata Golose.

Menurut Golose, Dewi Ratna ditangkap seorang diri pada Senin (6/11) malam tanpa ada perlawanan. Namun, jenderal bintang dua itu enggan mem­beberkan proses penangkapan Dewi Ratna termasuk tempat dan waktu dengan alasan masih mengejar sang suami Jero Gede Komang Swastika yang hingga kini masih buron.

Polresta Denpasar sebelum­nya memasukkan Dewi Ratna dalam DPO bersama sang suami yang merupakan politisi Partai Gerindra dan Wayan Suandana alias Wayan Kembar kakak dari Jero Gede Komang Swastika.

Kasus narkoba yang diduga melibatkan wakil rakyat DPRD Provinsi Bali itu terungkap se­telah Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar menangkap enam tersangka yang menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu di kediaman anggota de­wan itu di Jalan Pulau Batanta Nomor 70 Denpasar pada Jumat (3/11) sekitar pukul 23.00 Wita.

Sebelumnya, Kepala Pol­resta Denpasar, Kombes Hadi Purnomo mengatakan total ba­rang bukti yang disita polisi saat penggerebekan itu mencapai 22,52 gram sabu-sabu, 15 gram di antaranya ditemukan di ka­mar utama di lantai dua milik Jero Gede Komang Swastika.

Selain narkoba, polisi juga menemukan senjata api, senjata softgun, senjata tajam, alat hisap narkoba, buku tabungan, buku catatan diduga terkait penjualan narkoba, peluru senjata api, dan kamera pengawas atau CCTV.

Selain menjerat pasal nar­koba, polisi juga menjerat ang­gota dewan itu dengan Undang-Undang Darurat tahun 1951 terkait kepemilikan senjata api ilegal dengan ancaman hukum­an keduanya mencapai sekitar 20 tahun penjara. n Ant/N-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment