Wahyu Akui Bertemu Staf Sekjen PDI-P | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 21 2020
No Comments
Kasus PAW

Wahyu Akui Bertemu Staf Sekjen PDI-P

Wahyu Akui Bertemu Staf Sekjen PDI-P

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pelaksana Tu­gas (Plt) Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), Muhammad, menyebut persidangan etik terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan Wahyu, cuk­up dilakukan satu kali sidang. Setelah itu akan dilakukan musyawarah bersama majelis sidang DKPP untuk menentu­kan status pelanggaran kode etik Wahyu. Hasilnya akan dibacakan Kamis (16/1) seki­tar pukul 14:00 WIB di Kantor DKPP, Jakarta.

“Nanti malam kita musyawarah apakah Wahyu terbukti melanggar kode etik atau ti­dak,” kata Muhammad seusai memimpin sidang dugaan pelanggaran kode etik yang di­gelar Dewan Kehormatan Pe­nyelenggara Pemilu (DKPP), di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (15/1).

Penyidik KPK menetap­kan Wahyu sebagai tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk mene­tapkan caleg PDI-P, Harun Masiku, sebagai anggota DPR RI terpilih melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW).

Selain Wahyu, KPK juga menetapkan mantan anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fride­lina, sebagai tersangka. Lalu, politisi PDI-P, Harun Masiku, dan pihak swasta bernama Saeful. Wahyu, Agustiani, dan Saeful sudah ditahan KPK setelah terjaring lewat operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/) lalu. Sedangkan Harun lari ke Singapura dua hari sebelum OTT.

Muhammad menceritakan bahwa Wahyu mengakui ti­dak ada niat untuk mencoreng nama baik KPU. Wahyu mengaku sulit menghindari per­temuan dengan Agustiani Tio Fridelina dan Saeful selaku staf Sekjen PDI-P Hasto Kristi­yanto, yang merupakan teman dekatnya. “Kita sempat tan­yakan, kenapa tidak berusaha mencegah pertemuan di luar kantor. Beliau (Wahyu) dalam posisi sulit untuk meng­hindari hal itu. Karena alasan pertemanan, tentu bagian itu kita nilai dalam perspektif kode etik,” katanya.

Tidak Kenal

Di sidang kode etik itu, Wa­hyu mengaku tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan Harun. “Saya belum pernah berkomunikasi dengan Harun, kenal juga tidak, tapi saya tahu dia caleg. Baik komunikasi ketemu atau tidak langsung, saya belum pernah,” katanya.

Meski begitu, Wahyu mengakui pernah dihubungi oleh Agustiani yang menanyakan penetapan anggota DPR me­lalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW) untuk Ha­run Masiku. Karena mencium adanya potensi permakelaran, Wahyu mengatakan saat itu dirinya mengomunikasikan perihal PAW ini dengan Ketua KPU, Arief Budiman. ola/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment