Koran Jakarta | October 21 2019
No Comments
Pengembagan Wilayah

Waduk Jatiluhur Dikembangkan Jadi Wisata Air

Waduk Jatiluhur Dikembangkan Jadi Wisata Air

Foto : Koran Jakarta/Teguh Raharjo
Lihatat Kondisi Waduk I Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (kanan) melihat kondisi Waduk Jatiluhur, di Kabupaten Purwakarta, Rabu (19/6). Waduk Jatiluhur akan dikembangkan sebagai destinasi wisata air di Jawa Barat pada tahun 2020.
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan menjadikan Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta seba­gai lokasi wisata air yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) hingga lima kali lipat. Dengan pengembangan ini, waduk terbesar di Indone­sia dapat menjadi unggulan Jabar di sektor pariwisata.

“Waduk Jatiluhur merupakan sumber irigasi, air minum, sara­na perikanan, pembangkit listrik, pariwisata, dan budaya, menjadi dimensi untuk mengembang­kan areal yang luas danaunya mencapai 8.300 hektare,” kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil usai meninjau Waduk Jatiluhur, di Purwakarta, Rabu (19/6).

Peninjauan kali ini guna menganalisa dan menentukan masterplan untuk pengem­bangan kawasan tersebut. Un­tuk diketahui, bendungan di­bangun oleh kontraktor asal Prancis Compagnie française d’entreprise pada 1957. Waduk yang juga dinamakan Waduk Ir H Juanda itu sudah selayaknya dijadikan spesial economic zone atau kawasan ekonomi khusus.

“Kami meyakini ini bisa. Di­tambah lagi dengan pariwisata even, seperti paddle board competition, ada Jatiluhur Jazz Festival, dan lain- lain. Tiap lokasi dianalisa, mungkin di suatu titik bisa dibuat restoran, di titik lain ada pasar wisata, hotel terapung, dan lain-lain,” kata Ridwan.

Namun, Ridwan mengata­kan belum menetapkan ang­garan untuk pengembanagn wisata Jatiluhur. Meski de­mikian, diharapkan proyek pe­ngembangan Jatiluhur dapat dimulai awal tahun 2020. Saat ini, yang perlu dilakukan ada­lah menyebarkan informasi secara masif tentang aktivitas menarik di Jatiluhur.

Butuh Koordinasi

Untuk mengembangkan Ja­tiluhur, Ridwan menyatakan terbuka untuk para investor, baik dalam maupun luar nege­ri. Sebab, investasi merupakan mesin pertumbuhan sekaligus sarana penyerap tenaga kerja. “Di sini butuh kekompakan, korporasinya Perum Jasa Tirta II, wilayahnya Purwakarta, koordinasi dengan Pemprov Jabar sampai pusat, semua ha­rus koordinasi,” ucapnya.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Saifudin Nur mengatakan potensi hidrologi Jabar sangat berlimpah karena memiliki sun­gai, danau, waduk, dan sarana irigasi. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Pemprov Jabar bersama Perum Jasa Tirta II ber­sepakat untuk mengembangkan sektor pariwisata air sebagai unggulan.

tgh/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment