Koran Jakarta | August 23 2019
No Comments
KESRA

Vetiver Solusi Cegah Longsor Sungai Ciliwung

Vetiver Solusi Cegah Longsor Sungai Ciliwung

Foto : KORAN JAKARTA/M ADEN MA'RUF
JELASKAN MANFAAT | Anggota Komunitas Ciliwung Depok (KCD) sedang memaparkan mengenai tanaman vetiver kepada masyarakat.
A   A   A   Pengaturan Font

Selain sampah dan limbah, lereng-lereng tanah yang rawan longsor merupakan ma­salah Sungai Ciliwung. Ti­dak hanya membahayakan keselamatan penduduk pinggir sungai, tanah hasil longsor bisa membentuk sedimen yang kemudian mempersempit ruang aliran sungai sehingga berpotensi menyebabkan banjir.

Bahkan, sedimen Sungai Ciliwung juga menjadi sa­lah satu masalah di kawasan hilir sungai yang langsung berbatasan dengan laut. Tanah-tanah sedimen ter­sebut berpotensi menutup biota laut seperti terumbu karang yang menjadi eko­sistem bagi ikan-ikan.

Terkait hal tersebut, ma­hasiswa dari Universitas Indonesia (UI) melakukan kegiatan pemanfaatan sedi­men Sungai Ciliwung untuk dijadikan media tanam vetiver. Dalam kegiatan ini, UI meng­gandeng komunitas Ciliwung Depok dan masyarakat sekitar pertengahan aliran Sungai Ci­liwung.

Vetiver merupakan tanam­an yang bisa menjadi alternarif untuk menahan dan mence­gah longsoran tanah agar tidak langsung mengalir ke sungai. Selain vetiver, tanaman yang digunakan untuk menahan longsoran tanah di pinggir Su­ngai Ciliwung adalah pohon-pohon bambu.

Secara bentuk vetiver sendiri mirip rumput ilalang, hanya saja daun dan batangnya lebih keras dan kuat. Meski berukur­an tidak lebih dari satu meter, tapi batang-batangnya yang rapat dapat menahan batu bah­kan tanah sekalipun. Sehingga, ketika musim penghujan tiba, tanah akan tertahan di tanam­an vetiver, sementara airnya mengalir langsung ke sungai.

Tanaman vetiver bisa di­gunakan untuk menyaring limbah rumah tangga seperti air bekas cucian dan lain-lain. Dengan lahan luas dan skala lebih banyak, vetiver juga ber­guna untuk menyaring air lim­bah industri yang berpotensi mencemari sungai.

Anggota Komunitas Cili­wung Depok (KCD), Sahroel Polontalo, mengatakan tanah sedimen di hilir Sungai Cili­wung bisa dimanfaatkan se­bagai media tanam vetiver. Hal tersebut bisa jadi upaya untuk mengembalikan tanah sedimen ke hulu sungai untuk mencegah bertambahnya sedi­men.

“Sebenarnya yang bagus untuk media tanam vetiver ini tanah di hilir. Jadi dalam jangka panjang jika ini dilakukan bisa kita kembalikan ke hulu su­ngai agar tanah sedimen tidak mengendap di hilir,” katanya kepada Koran Jakarta, di De­pok, Selasa (13/8).

Sahroel menambahkan ta­naman vetiver sendiri memi­liki banyak manfaat. Akar-akar vetiver yang wangi bisa diolah menjadi penguat parfum. Se­dangkan untuk daun dan ba­tangnya, jika sudah meninggi bisa dimanfaatkan untuk pa­kan ternak. “Bahkan, tanaman vetiver juga bisa ditanam de­ngan tanaman produktif lain agar pertumbuhannya semakin baik,” tambahnya. ruf/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment