Koran Jakarta | October 20 2017
No Comments

Vendor dan Operator Siapkan OS untuk 5G

Vendor dan Operator Siapkan OS untuk 5G

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Indonesia bersiap menyongsong kehadiran generasi 5 atau 5G di sektor telekomunikasi. 

Kemajuan teknologi yang pesat, membuat indsutri telekomunikasi berkembang. Indonesia pun diminta bersiap untuk kehadiran teknologi generasi 5 atau 5G. 

Di masa depan, teknologi 5G diprediksi menjadi standar telekomunikasi yang diterapkan banyak pihak.  Praktisi telekomunukasi Nonot Harsono mengatakan, teknologi 5G tidak hanya sekadar melayani industri telekomunikasi. Ia menjelaskan, teknologi 5G semua perangkat dapat tersambung dengan internet. 

"Teknnologi 5G merupakan lompatan yang jauh dari 4G. Teknologi ini tidak sekadar meng-cover telekomunikasi, namun juga melayani Big Data, Smart City, dan IoT," ujar Nonot Harsono. Dengan kehadiran 5G yang diperkirakan akan semakin mendekat, Nonot meminta agar pemerintah menyediakan infrastruktur yang memadai di setiap daerah. 

Ketersedian infrastruktur mutlak diperlukan agar jaringan 5G dapat berjalan secara optimal. "Untuk bisa menuju environement 5G, Indonesia harus menata jaringan kabel fiber optic (backbone, backhaul, access)," lanjutnya. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan bahwa Jaringan 5G diprediksi baru rampung 2020 mendatang. "Lalu lintas data dalam sebuah area unit jaringan 5G adalah 1.000 kali lipat dari jaringan 4G, tingkat akses pengguna meningkat 10 hingga 100 kali lipat dan kapasitas akses bisa mencapai 50 miliar pengguna," ujarnya.

Secara umum, 5G atau Fifth Generation (generasi kelima) adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut generasi kelima sebagai fase berikutnya dari standar telekomunikasi seluler meleibih standar 4G.

Teknologi generasi kelima ini direncanakan akan resmi diliris untuk sistem operasi (OS/ operating system) seluler pada 2020, sehingga saat ini masih terlalu dini untuk mengetahui akan seperti apa teknologi 5G tersebut.

Dari sisi pengembang teknologi informasi, ‎untuk menunjang implementasi 5G, perusahaan teknologi asal Tiongkok ZTE memperkenalkan beberapa teknologi Pre 5G seperti TDD & FDD Massive MIMO, Network 2020, dan Big Video. 

Massive MIMO system. Teknologi ini didisain agar dapat ditingkatkan (up graded) dengan mudah ke 5G di masa depan. Teknologi Pre5G ZTE memungkinkan untuk bisa ditanam di infrastruktur jaringan 4G, sehingga membuat para operator untuk tidak mengeluarkan banyak biaya ke depannya untuk bisa mengimplementasikan teknologi 5G. 

"ZTE menjadi pelopor inovasi di bidang network virtualization dan teknologi cloud network architecture yang  membantu para opertor dalam meningkatkan infrastruktur jaringan mereka, fungsi dan operasi dari jaringan operator,” ujar, Direktur Strategi Pemasaran ZTE Francis Zhu di Jakarta Selasa (18/4)

Bukan hanya teknologi jaringan, ZTE juga mendomontrasikan solusi IoT berdasarkan Narrowband-IoT (NB-IoT), berupa teknologi parker, pengukuran, pencahayaan dan  kontrol polusi air. 

Sementara, bersama dengan Ericsson, XL Axiata melakukan ujicoba  5G secara outdoor, dengan mempelajari lebih dalam mengenai seluk-beluknya dalam rangka persiapan untuk menyongsong implementasi teknologi jaringan tercanggih ini secara global di tahun 2020 mendatang. 

Pada ujicoba outdoor dilakukan demo teknologi robot dengan panduan gerakan tangan. Robot mamp melakukan perintah dengan cukup responsif tanpa jeda. Demikian dengan konten teknologi VR yang dapat tampil lebih baik

XL, menurut Presiden Direkturnya, Dian Siswarini, berjanji akan melakukan komersialisai pada 2020 mendatang. XL akan menyiapkan infrastruktur mulai 2018 untuk mendukung teknologi ini. “Butuh persiapan teknologi baru itu sekitar dua tahun sebelum komersil. Misalnya komersialisasi tahun 2020, berarti 2018 sudah dibuka untuk operator,” ujarnya.

Salah satu perlu adalah penggelaran lelang spektrum 5G yaitu 28 Ghz dan juga 2.000 Mhz. XL telah melakukan berbagai persiapan seperti telah penerapan sejumlah teknologi guna meningkatkan/mengoptimalkan pemanfaatan spektrum mulai dari Carrier Aggregation‎ (CA), License Assisted Access (LAA), dan kini Modulasi LTE 256 QAM. XL sudah mulai menerapkan teknologi 4.5G 4x4 MIMO. hay/E-6  

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment