Valuasi IHSG Jadi Peluang Investasi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments
Prospek Pasar I Eksposur Indonesia Dinilai Terbatas terhadap Wabah Covid-19

Valuasi IHSG Jadi Peluang Investasi

Valuasi IHSG Jadi Peluang Investasi

Foto : Sumber : IDX
A   A   A   Pengaturan Font
Valuasi pasar saham menunggu konfirmasi dari perbaikan earnings dan kecepatan eksekusi kebijakan reformis, seperti undang-undang omnibus law.

JAKARTA – Valuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi semakin atraktif dengan Price Earning (PE) ratio sepanjang 12 bulan sudah turun di bawah -1 standar deviasi dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini memberikan peluang investasi bagi investor dengan horizon investasi jangka panjang untuk secara bertahap kembali berinvestasi di pasar saham Indonesia.

Senior Portofolio Manager Equity PT Manulife Asset Manajemen Indonesia (MAMI), Caroline Rusli, mengatakan valuasi pasar saham saat ini menunggu konfirmasi dari perbaikan earnings dan kecepatan eksekusi kebijakan reformis seperti undang-undang omnibus law, revisi undang-undang tenaga kerja, pemotongan pajak, dan revisi daftar negatif investasi menjadi katalis positif yang sangat dinantikan tahun ini. Perbaikan sentimen global diperkirakan akan mendorong masuknya aliran dana asing pada pasar saham Asia yang secara historis inflow dengan kinerja pasar saham Indonesia.

“Proses investasi kami akan tetap fokus untuk mengidentifikasi peluang investasi melalui proyeksi makroekonomi dan analisa fundamental di masing-masing emiten. Untuk jangka pendek kami memilih sektor yang lebih defensif dengan eksposur lebih kecil terhadap ekonomi global dan telah terkoreksi tajam, misalnya barang konsumsi dan semen. Kami akan terus mencermati likuiditas dan volatilitas untuk memastikan pengelolaan investasi memberikan hasil optimal dengan risiko terkendali,” ungkapnya, Kamis (13/2).

Menurut Caroline, dengan diberlakukannya lockdown policy di beberapa wilayah di Tiongkok menyebabkan bisnis pariwisata dunia terpengaruh. Apalagi hal ini terjadi di saat Tahun Baru Imlek ketika jutaan warga Tiongkok bepergian ke luar negeri untuk berlibur.

Eksposur Indonesia terhadap wabah Covid-19 berpotensi meningkat jika Tiongkok memperpanjang lagi libur Imlek dan lockdown policy yang dapat mengurangi aktivitas ekonomi dan penurunan permintaan komoditas, serta akitivitas ekspor impor.

Berkaca dari pengalaman pandemi sebelumnya, Indonesia tidak terlalu terpengaruh dari SARS tahun 2003 dan flu burung tahun 2006–2007. Namun, jika pandemi Covid-19 berlangsung lebih lama dibandingkan perkiraan, sentimen risk-off dapat meningkat dan dapat memicu capital outflow.

“Semakin cepat dan efektif pengendalian penyebaran virus maka dampaknya akan lebih positif terhadap perekonomian global dan Indonesia,” kata dia.

 

yni/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment