Vaksin Russia Dikhawatirkan Memiliki Efek Samping | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments
Pandemi Global

Vaksin Russia Dikhawatirkan Memiliki Efek Samping

Vaksin Russia Dikhawatirkan Memiliki Efek Samping

Foto : HANDOUT / RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND / AFP
Vaksin virus korona, Sputnik V
A   A   A   Pengaturan Font

MOSKWA – Vaksin virus ko­rona, Sputnik V, yang dikem­bangkan Russia, hanya diuji coba kepada 38 orang relawan. Uji coba vaksin pun berhenti sampai di situ, kemudian di­produksi massal sebagai vaksin yang disetujui pihak regulator. Berdasarkan data resmi, setelah diuji coba pada 38 relawan, vaksin tersebut memiliki efek samping seperti nyeri badan dan tubuh membengkak.

Menurut kantor berita Fon­tanka yang dilansir dari Daily Mail pada Rabu (12/8) waktu setempat, vaksin virus korona dari Russia ini belum diketahui efektivitasnya, meski digadang-gadang sebagai vaksin virus korona pertama di dunia setelah diteliti dalam jangka waktu hanya 42 hari.

Salah satu dokumen yang diajukan ke pihak regulator untuk pendaftaran vaksin virus korona itu dikabarkan tidak ada studi klinis yang dilakukan untuk mempelajari keefektifan epidemiologis vaksin itu.

Laporan itu juga menyebut­kan dari 38 orang dewasa sehat yang menjadi relawan untuk diuji, tercatat ada 144 efek samp­ing yang berbeda yang muncul. Sebagian besar berlalu “tanpa konsekuensi”, tetapi pada hari ke-42 penelitian, 31 dari efek samping masih berlangsung.

Efek samping yang dicatat di antaranya adalah pembeng­kakan, nyeri, suhu tubuh tinggi menyebabkan hipertermia, dan gatal di tempat suntikan. Bentuk umum lainnya dilaporkan, meliputi kelemahan fisik atau kekurangan energi, malaise, demam, penurunan nafsu makan, sakit kepala, diare, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan pilek. Tes menunjukkan bahwa pada hari ke-42 setelah vaksinasi, sukarelawan memiliki antibodi di bawah tingkat rata-rata.

Vaksin ini juga tidak diizink­an untuk mereka yang berusia di bawah 18 atau lebih dari 60 tahun, karena kurangnya penelitian s tentang dampak vaksin itu. Tidak disarankan untuk wanita hamil dan me­nyusui karena khasiat dan ke­amanannya belum dipelajari.

Interaksi vaksin dengan obat lain dan efeknya terhadap ke­mampuan mengemudi kenda­raan juga belum dipelajari, apakah mengganggu atau ti­dak. Para ilmuwan mengingatkan Putin bahwa uji coba yang sembrono dapat memperburuk pandemi Covid-19 di Russia

Sementara itu, Presiden Russia, Vladimir Putin, telah mengeklaim bahwa vaksin vi­rus korona ciptaan dalam ne­gerinya telah lulus semua tes yang diperlukan dalam mem­produksi massal.

Putin bahkan berani mengikutsertakan putrinya untuk di­injeksi dengan vaksin tersebut. Putin mengatakan putrinya tidak menderita efek samping yang lebih buruk, termasuk suhu tinggi.

Russia diduga telah menjadi­kan penemuan vaksin virus ko­rona itu sebagai ajang persain­gan dengan Amerika Serikat. Klaim Russia tersebut memicu kekhawatiran bahwa aspek kes­elamatan dikompromikan demi citra Russia. n AFP/SB/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment