Koran Jakarta | July 24 2017
No Comments
Laporan BI

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp4.446,22 Triliun

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp4.446,22 Triliun

Foto : Litbang KJ/and
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Mei lalu meningkat 5,5 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya atau yearon- year (yoy) menjadi 333,6 miliar dollar AS atau sekitar 4.446,22 triliun rupiah. Kenaikan itu menyusul lonjakan utang publik sebesar 11,8 persen secara yoy menjadi 168,4 miliar dollar AS atau setara 2.244,44 triliun rupiah.

“Dengan meningkatnya utang publik atau yang terdiri dari utang pemerintah ditambah utang bank sentral, maka porsi utang publik menjadi 50,5 persen dari total ULN,” menurut pernyataan resmi BI dalam Statistik Utang Luar Negeri per Mei 2017 yang disampaikan di Jakarta, Senin (17/7).

Utang publik, menurut Statistik BI, terdiri dari utang pemerintah 164,3 miliar dollar AS dan utang bank sentral sebesar 4 miliar dollar AS. Utang pemerintah banyak terkonsentrasi di sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yang sebesar 126,2 miliar dollar AS, kemudian sektor jasa 16,9 miliar dollar AS.

Ketika utang publik meningkat, pihak swasta tampaknya belum menunjukkan peningkatan kebutuhan pendanaan bisnis untuk ekspansi. Utang swasta kembali turun 0,1 persen secara yoy menjadi 165,2 miliar dollar AS atau 49,5 persen dari total ULN. Meski demikian, penurunan uitu tidak lebih tajam dibanding April 2017 ketika turun 3,2 persen secara yoy.

“Menurunnya ULN swasta tersebut disebabkan oleh ULN lembaga keuangan yakni Bank maupun Lembaga Keuangan Bukan Bank sementara ULN swasta non keuangan meningkat,” tulis statistik BI. Berdasarkan jangka waktu asal,ULN jangka panjang naik 4,4 persen secara yoy atau menjadi 289,2 miliar dollar AS. Dengan demikian porsi ULN jangka panjang sebesar 86,7 persen dari total ULN.

Sementara ULN berjangka pendek tumbuh 13,6 persen menjadi 44,4 miliar dollar AS atau menyumbang 13,3 persen kepada total ULN. “BI memandang perkembangan ULN pada Mei 2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. BI terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN swasta,” menurut BI. 

 

Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment