Koran Jakarta | August 18 2018
No Comments

Untung Rugi Beli Mobil Tiongkok

Untung Rugi Beli Mobil Tiongkok

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Sebagai pendatang baru, MPV Tiongkok belum benar-benar sempurna. Mobilmobil ini harus melakukan koreksi agar bisa diterima pasar Indonesia.

Wuling telah memperkenalkan dua model di pasar Indonesia yaitu Confero dan Cortez. Wuling memang telah berusaha memahami karekter masyarakat Indonesia yang pergi secara berombongan. Dengan tiga varian Confero 1.5, Confero S 1.5 tipe C dan Wuling Confero S 1.5 tipe L, mobil ini menawarkan kabin yang lega untuk dipakai 7 penumpang.

“Confero terinspirasi oleh pemahaman kami, akan nilai budaya masyarakat Indonesia yang sangat mengedepankan kekeluargaan dan kebersamaan,” ujar Wakil Presiden Penjualan Layanan dan Pemasaran PT SGMW Indonesia Cindy Cai. Confero memiliki panjang 4.530 mm, lebar 1.691 mm dan tinggi 1.730 mm dengan kapasitas bagasi 250 liter. Sedangkan Avanza memiliki dimensi panjang 4.140 mm, lebar 1.660 mm, dan tinggi 1.695 mm.

Mobil dengan kapasitas silinder berkapasitas 1.485 cc dibekali dengan sejumlah fitur terkini seperti lampu siang hari (DRL), lampu kabut, dan dan lampu kabut belakang LED. Terdapat head unit delapan inci dan juga Audio Control dan Call Button pada tombol setir.

Speedometer-nya dilengkapi indicator tekanan ban (Tire Pressure Monitoring System /TPMS), Brightness Setting, Digital Speedometer, dan Trip Meter. Confero menawarkan fitur ABS dan EDB, pada tipe Confero S dan belum dilengkapi dengan kontrol traksi seperti pesaing.

Meski beberap fitur menarik namun Confero S dengan penggerak roda belakang memiliki kerkurangan pada banyak sisi salah satunya pada tawaran transmisi.

Mobil ini hanya memiliki transmisi manual, sementara para kompetitor menawarkan dua sistem transmisi. Walaupun mengklaim memahami perilaku konsumen, namun sebenarnya Wuling belum cukup paham dengan kondisi cuaca dan harapan konsumen. Tidak seperti low MPV umumnya, Confero malah menggunakan kaca lebar.

Meski menawarkan pandangan luas, untuk negeri tropis dengan matahari berlimpah seperti Indonesia kaca yang lebar menjadi kekurangan. Sinar matahari yang leluasa masuk membuat suhu kabin menjadi panas. Kabin yang menjadi panas membuat penumpang meningkatkan suhu AC sehingga mesin akan bekerja lebih berat lagi untuk memutar dnamo yang berujung pada borosnya bahan bakar yang dikonsumsi.

Kelebihn Confero adalah pada lingkar kemudi yang bisa disesuaikan tingginya atau pengaturan tilt, namun belum tersedia telescopik. Kabin Wuling Confero tergolong berisik terutama jika digeber pada kecepatan di atas 60 km per jam. Sumber syara ternyata berasa dari as kopel untuk menggerakan gardan pada roda belakang.

Pada suspensi Confero menggunakan menggunakan McPherson Strut untuk depan dan coil spring semi independent untuk belakang. Penerapan suspense ini membuat kinerja Confero pada jala bergelombang tergolong keras sehingga mengurangi kenyamanan penumpang. Kekurangan lain Wuling Confero, fitur keamanan. Hanya tipe L saja yang diberikan fitur safety lebih lengkap.

Sementara tipe C tidak punya rem ABS+EBD. Selain itu, Confero S juga belum dibekali kontrol traksi. Beberapa kompetitor sudah membekali varian teratas mereka dengan kontrol traksi. Saudara Wuling Confero yaitu Cortez juga tidak lepas dari sejumlah kekurangan. Cortez dengan kaca depan, samping, belakang lebar disertai dengan sunroof didesain untuk iklim empat musim yang dingin.

Dengan iklm tropis yang panas desain ini menjadi sebuah kekurangan, meski menawarkan pemandangan yang leluasa. Dengan desain kaca lebar Cortez tentu berlawanan dengan Toyota Innova yang menjadi acuan sebuah MPV. Selain itu Cortez yang dijual antara 218 juta hingga 264 juta rupiah belum dibekali dengan fitur tombol engine start and stop, untuk menyalakan dan mematikan mesin yang dimiliki oleh pesaingnya Innova.

Bagi sebagian konsumen merek Wuling dengan model Confero dan Cortez yang kini memiliki 50 dealer lebih belum menawarkan value for money. Ini yang menawarkan banyak fitur dengan harga kopetitif ini belum sebanding dengan Toyota Innova yang harga bekasnya masih tetap tinggi. Selain itu, after sales service mobil Tionkok juga masih minim. Hanya saja, bagi Anda yang ingin mencari mobil alternatif dengan harga tidak terlalu menguras kantong, Confero dan Cortes bisa jadi pilihan. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment