Koran Jakarta | September 21 2018
No Comments

UNL Mendapat Sambutan Setelah Awal Bagus

UNL Mendapat Sambutan Setelah Awal Bagus

Foto : AFP/FRANCK FIFE
A   A   A   Pengaturan Font

BERLIN – Liga Bangsa-Bangsa UEFA (UNL) telah menyelesaikan pertandingan putaran pertama. Juara Piala Dunia Prancis melakoni laga pembuka mereka untuk mengokohkan supremasi mereka.

Kompetisi UNL diciptakan untuk meng­gantikan pertandingan persahabatan internasional yang terbukti tidak popular. Klub, pemain dan penggemar merasa itu hanya meng­ganggu liga-liga domestik mereka.

UNL akan diadakan setiap dua tahun dan menampilkan keseluruhan 55 tim nasional Eropa yang dibagi menjadi empat divisi liga. Liga ini akan dimainkan antara bu­lan September hingga November.

Selain promosi, degradasi, bo­nus finansial juga akan didapatkan oleh setiap tim yang berada di di­visi teratas, yang meliputi Prancis, Spanyol, Inggris dan Jerman. UNL akan diselesaikan dengan turna­men mini empat tim pada Juni ta­hun depan, untuk memutuskan juara.

Awalnya disambut dengan si­kap skeptis, Liga Bangsa-Bangsa banyak mendapat jempol setelah pertandingan pertama.

“Saya sangat menyukai kompeti­si ini,” ujar pelatih Jerman Joachim Loew, yang timnya bermain im­bang 0-0 dalam pertandingan Liga A melawan Perancis Kamis lalu. “Karena kami memiliki pertandingan pada level yang sangat tinggi,” sambungnya.

“Anda juga bisa melihat bahwa para penggemar benar-benar ber­ada di belakang kami,” tandas Loew setelah hampir 80.000 penonton datang ke Allianz Arena Munich untuk pertandingan itu.

Ada antusiasme yang sama da­lam pertandingan-pertandingan top lainnya termasuk pada keka­lahan semifinalis Piala Dunia Inggris, 1-2 dari Spanyol pada hari Sabtu, dengan 81.000 penonton hadir di Stadion Wembley.

“Kami harus melalui pertandingan-pertandingan itu, melalui pen­galaman-pengalaman itu,” ujar pelatih Inggris Gareth Southgate.

“Jika tidak, kami hanya bermain di laga kualifikasi sekarang, mengh­adapi lawan yang lebih lemah, kami mungkin akan memiliki persepsi yang salah tentang di mana kami berada,” sambungnya.

Untuk dua tim top Eropa, Belan­da dan Italia, Liga Bangsa-Bangsa adalah persaingan penting bagi ke­dua belah pihak setelah gagal lolos ke Piala Dunia.

Belanda menderita kekalahan 1-2 dari Prancis pada Minggu tetapi tampak puas karena bisa segera berkompetisi dengan tim dari level teratas. “Saya pikir kami berada di jalur yang benar,” ujar pelatih Be­landa Ronald Koeman.

Tapi bukan hanya nama-nama besar yang bersinar, dengan neg­ara-negara kecil Eropa mendapat­kan kesempatan dan berpotensi memenuhi syarat untuk tampil di putaran final Piala Eropa 2020.

Luksemburg menikmati pe­nampilan perdana di UNL dengan menghancurkan Moldova 4-0. Itu menjadi kemenangan terbesar me­reka dalam 70 tahun. Sementara Kepulauan Faroe menang 3-1 atas Malta. ben/AFP/S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment