Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments

Unik, Perpaduan Konsep dalam Sebuah Ruang

Unik, Perpaduan Konsep dalam Sebuah Ruang

Foto : koran jakarta/dini daniswari
A   A   A   Pengaturan Font

Adakalanya konsep interior dan arsitektur tidak hanya satu konsep. Mencampur berbagai konsep membuat desain arsitektur terasa unik dan interior terlihat makin kaya corak.

Cara tersebut yang digunakan arsitektur dan desainer interior untuk mendadani booth sebuah pameran interior. Booth dirancang sebagai satu ruang multi fungsi menempatkan ruang keluarga, ruang makan dan dapur dalam satu wilayah. Ragam warna yang digunakan tidak membuat ruang terkesan penuh justru memberikan kesan dinamis. Raaj Grill, Direktur Raaj Grill Arsitek mengatakan desain ruangan mengusung konsep industrial dan kotemporer.

“Industrial itu murah dan cepat sedangkan kontemporer terkesan moderen sesuai jaman now,” ujar Raj yang ditemui dalam pameran Homedec, ICE, Tangerang, belum lama ini. Konsep awal yang mengutamakan kolaborasi membuat ruang yang siap diisi dengan berbagai macam interior.

Ruang dibuat dengan kolomkolom besi layaknya sebuah hunian. Sedangkan bagian langit-langit, ia menutup dengan kayu yang dibuat kolom untuk menambah daya tarik. Unsur industrial tercermin melalui warna-warna coklat, hitam maupun abu-abu. Warna-warna tersebut mudah dikombinasikan dengan warna lainnya untuk mengisi interior ruang, seperti warna yang lebih mencolok. Sehingga, warna saling mendukung satu dengan yang lain. Dari segi interior, Joy Tua, desainer interior memilih interior berkonsep androgini.

Sebuah konsep yang menggabungkan antara sentuhan feminine dan maskulin. “Karena, biasanya yang mengisi interior hanya perempuan,” ujar dia memberikan alasan.

Dengan konsep yang diusungnya, ia ingin konsep tersebut memenuhi selera laki-laki dan perempuan. Karena toh untuk sepasang suami istri, ruangan milik bersama sehingga masing-masing memiliki kontribusi untuk memilih interior ruang.

Interior dengan warna mengarah gelap cukup dominan, seperti kayu maupun hitam. Warna-warna tersebut bertemu dengan warna cerah sebagai aksen yang muncul melalui sofa maupun daun pintu lemari dapur yang berwarna merah muda. Warna lainnya berupa keemasan dari sejumlah perabot interior. Selain itu, desainer interior tidak menggunakan motif-motif berkesan feminine, seperti bunga.

Sebagai gantinya, ia lebih senang membiarkan warnawarna polos, motif hanya berupa garis geometri yang muncul dari bantalan kursi makan. Dengan begitu, baik suami istri tidak ada pihak yang paling dominan. Semuanya kapasitasnya tertuang dalam ruang berkonsep androgini. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment