Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Pameran Pendidikan

Uni Eropa Kembali Berikan Beasiswa

Uni Eropa Kembali Berikan Beasiswa

Foto : istimewa
Diskusi Pendidikan I Programme Manager Bidang Pendidikan, Delegasi Uni Eropa, Destriani Nugroho (kiri) dalam acara diskusi pendidikan tinggi EHEF, di Jakarta, Kamis (17/10).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Uni Eropa (UE) akan kembali menggelar pamer­an pendidikan tinggi European Higher Education Fair (EHEF). Untuk tahun ini, EHEF akan di­gelar di tiga kota di Indonesia. Sebanyak 116 peserta yang ter­diri dari institusi beasiswa Indo­nesia LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), 14 negara anggota Uni Eropa, dan lebih dari 100 perguruan tinggi Eropa akan berpatisipasi dalam kegiat­an itu.

Programme Manager Bidang Pendidikan, Delegasi Uni Eropa, Destriani Nugroho menjelas­kan, tiga kota yang dipilih adalah Surabaya, Jawa Timur pada 30 Oktober, Jakarta pada 2–3 No­vember, dan Bandung Jawa Ba­rat pada 5 November.

Ia menambahkan, dalam pameran tersebut, Uni Eropa akan memberikan informasi tentang beasiswa Erasmus+. Se­tiap tahunnya, UE memberang­katkan lebih dari 200 pelajar dan dosen dari seluruh Indonesia melalui program beasiswa Eras­mus+ ini. Sejak 2004, sudah le­bih dari 1.800 mahasiswa Indo­nesia memperoleh manfaat dari Program Beasiswa Erasmus+ ini.

Tahun ini beasiswa yang di­berikan oleh Uni Eropa untuk mahasiswa di seluruh dunia se­kitar 16 miliar euro atau setara 251,8 triliun rupiah (kurs 15.748 rupiah per 1 euro).

Banyak Beasiswa

Destriani mengatakan, bea­siswa yang ditawarkan oleh ne­gara-negara anggota EU, setiap tahunnya sebanyak 1.600 pelajar Indonesia berangkat ke berbagai negara Eropa untuk melanjut­kan pendidikan tingginya. Bea­siswa Erasmus+ juga memberi­kan beasiswa pasca sarjana (S-2) yang khusus ditujukan bagi para jurnalis.

“Erasmus Mundus Journal­ism ini adalah program magister (S2) yang dikhususkan untuk para jurnalis Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan magister di 3 kota di Eropa,” je­las Destriani dalam acara diskusi EHEF, di Jakarta, Kamis (17/10).

Ia menambahkan, tujuan beasiswa Erasmus+ini adalah untuk meningkatkan kemam­puan interpersonal, studi sam­bil tamasya, meningkatkan ke­mampuan bahasa asing/eropa dan tidak ada ikatan dinas.

“Beasiswa secara eksklusif ditujukan untuk program pasca sarjana Erasmus+ saja yang mencakup Erasmus Mundus Joint Master Degree (EMJMD) dan Erasmus Mundus Joint Doctorate (EMJD). Dengan kata lain, beasiswa tersebut tidak ber­laku untuk mahasiswa magister, kandidat doktor dan dosen yang telah diterima oleh program S2 dan S3 lainnya di Eropa maupun negara-negara lain,” ungkapnya. ang/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment