Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments
Makeover Beauty Beyond Rules

Ungkapkan Kecantikan melalui Karya Seni

Ungkapkan Kecantikan melalui Karya Seni

Foto : foto-foto: dok. Makeover
A   A   A   Pengaturan Font

Zaman dulu, kecantikan seseorang dibatasi hanya melalui fisik. Entah dari warna kulit, rambut, tinggi badan, bentuk badan maupun wajah seseorang.

Saat ini, definisi kecantikan berbeda jauh dari sebelumnya. Kecantikan tidak memiliki atur­an atau pola tertentu sehingga dapat disebut cantik. Hal itulah yang mendasari brand kosmetik Makeover untuk mengadakan kegiatan Makeover Beauty Beyond Rules.

Rangkaian acara ini ditujukan untuk wanita agar lebih menghargai dirinya sendiri yang berbeda dengan lainnya. “Karena kecantikan itu sudah tidak ada aturannya lagi. Semua orang bisa cantik selama mereka bisa menunjukan ka­rakter asli mereka. Justru yang meniru orang lain tidak akan bisa secantik itu,” tutur Stephanie Lie, Brand Manager Makeover.

Bertepatan dengan akhir tahun pula, Stephanie ingin lebih mendorong wani­ta Indonesia untuk membuat resolusi mencintai dan bangga pada dirinya sendiri.

Diutarakan Stephanie, itu karena menjelang tahun baru merupakan momen untuk wanita dalam menarget­kan apa yang ingin diraihnya setahun ke depan. “Tahun baru biasanya reso­lusi baru. Maka itu, ingin ajak wanita untuk membuat resolusi. Sebagai wani­ta harus bangga dengan diri sendiri. Tidak usah ikuti kata orang lain karena banyak orang sukses karena hal itu,” jelasnya.

Tahun ini, Makeover menggan­deng dua seniman muda berbakat, Rachel Ajeng dan Shane Tortilla untuk berkolaborasi menciptakan instalasi seni yang menggambarkan kecantik­an wanita, namun dengan ciri khas masing-masing. Rachel menonjolkan keberagaman wanita, sementara Shane menampilkan kosmetik dan kecantikan wanita dalam format yang berbeda.

Keduanya dipilih karena memiliki corak dan kepribadian yang berbeda. Rachel cenderung melukis dengan warna-warna hangat, sementara Shane memilih warna-warna tegas. Dengan gaya mereka yang berlawanan, Stepha­nie mengharapkan bahwa keduanya dapat merepresentasikan keberagaman akan definisi kecantikan wanita yang ada di dunia.

Keberagaman Wanita Indonesia

Rachel Ajeng, salah satu ilustrator dalam Makeover Beauty Beyond Rules menggambar keberagaman wanita yang ada di Indonesia, bahkan di dunia dengan bermacam karakteristiknya. Mulai dari rambut lurus, keriting, kulit sawo matang, terang, bertubuh tinggi, maupun mungil.

Dengan karyanya ini, ia ingin me­lakukan selebrasi semua perempuan yang ada di seluruh Indonesia, khusus­nya semua perbedaan yang ada, entah mulai dari perbedaan fisik ataupun karakteristik seseorang.

“Karena setiap wanita memiliki cerita masing-masing dan berbeda satu dengan lainnya,” cerita Rachel.

Ia menggunakan kombinasi warna-warna hangat sehingga menciptakan kesan yang membuat orang dapat merasakan kebahagiaan dan kehan­gatan. Karya yang dibuatnya selama delapan jam ini, terinspirasi dari setiap wanita yang ditemui atau pernah dili­hatnya.

Dapat terlihat dari goresan-goresan­nya tidak ada yang sama. Rachel pun merasa sedikit kesulitan untuk meng­gambar di instalasi Makeover Beauty Beyond Rules. Namun justru merasa senang karena ini menjadi salah satu proyek yang ia kerjakan memberikan­nya kebebasan untuk menggambar wanita-wanita Indonesia. Dikatakan bahwa biasanya yang menjadi sulit adalah karena batasan-batasan yang diminta dalam suatu proyek.

Rachel menyisipkan beberapa kos­metik pada kreasinya, seperti lipstick atau blush on untuk detail-detail kecil. Meskipun sedikit sulit, namun menu­rutnya kunci agar bisa mengaplikasi­kan kosmetik di atas kertas dan kanvas adalah dengan banyak melakukan trial dan error.

“Jadi harus banyak melakukan trial and error karena teksturnya sangat berbeda. Jadi harus dicoba terus untuk mencocokkannya,” saran Rachel.

Ia juga mendefinisikan cantik seba­gai sesuatu yang dapat memberikan dampak positif atau menginspirasi orang lain, selain dari bentuk fisik yang rupawan. “Semua cantik karena kita diciptakan memiliki tujuan dan kita yang bisa mewujudkan hal tersebut, un­tuk memberikan dampak positif pada orang lain,” ujar Rachel.

Lain lagi dengan Shane Tortilla yang menggambarkan beragam kecantik­an dan kosmetik yang identik dengan wanita pop culture. Shane mencoba mengekspresikan kecantikan dalam bentuk gambar bergaris tebal dan keras yang dipadukan dengan warna-warna terang dan tegas.

Kombinasi kontras antara biru dan pink semisalnya, mengeluarkan batas­an bahwa semua warna dan kecantikan bisa diciptakan dari manapun serta tidak memiliki batas.

“Sama halnya dengan seni, bahwa seni juga tidak bisa dikotak-kotakan. Mau dikerjakan dengan cara tradisio­nal atuapun digital, sama saja,” kata Shane.

Ia yang memiliki latar belakang pop culture, doodle artist dan grafiti artist mengkreasikan instalasi dengan gam­bar seperti bunga, lipstik dan founda­tion pada karyanya dengan waktu pengerjaan sekitar 10 jam. Instalasi ini dapat dilihat secara gratis oleh ma­syarakat sejak 5 hingga 9 Desember 2019 di Main Atrium Mall Kasablanka, Jakarta. Diharapkan ke depannya dapat menginspirasi wanita agar lebih bangga dengan dirinya yang berbeda dengan wanita lainnya. gma/R-1

Ciptakan Ciri Khas

Menjadi ilustrator memang tidaklah mudah. Selain memiliki bakat dalam hal menggambar, ternyata dibu­tuhkan juga kreativitas yang memberikan ciri khas pada suatu karyanya. Tidak dipung­kiri, menciptakan ciri khas merupakan hal yang sulit untuk seorang seniman ataupun ilustrator. Itu karena, ciri khas yang membuat beda suatu karya seniman satu dan seniman lainnya.

Diutarakan Rachel, cara terbaik untuk mendapatkan ciri khas adalah dengan tidak memaksakan diri ingin memiliki atau men­ciptakan karya seni yang seperti apa. “Jadi dari awal sudah menjajal berbagai macam gaya seni. Saat mencobanya, kita kan tidak bisa meniru karya sepenuhnya karena masih dalam proses belajar. Dari sana, nanti akan terlihat benang merah perbedaannya seperti apa dan itu ciri khas kita,” tutur Rachel.

Ia sendiri mengaku baru mengetahui ciri khas yang ia punya setelah empat tahun berkarya dan itu melalui orang lain. Ia bercer­ita, bahwa orang lain menyadari bahwa ia se­lalu menggunakan warna-warna yang hangat dengan garis-garis tipis yang menyenangkan, sehingga ketika melihat karya tersebut mere­ka sudah dapat mengidentifikasinya sebagai karya Rachel.

“Jadi yang tahu itu malah orang lain. Ketika melihat karya kita, mereka langsung bisa tahu kalau itu karya kita,” katanya.

Begitupun menurut Shane, ciri khas kar­ya seseorang biasanya berkembang dengan sendirinya setelah mencoba berbagai macam gaya seni. Terlebih seseorang memiliki aspek motorik yang khas dan berbeda, sehingga karya yang satu dan lainnya tidak akan bisa sama. gma/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment