Koran Jakarta | November 22 2017
No Comments
suara daerah

UGM Bantu Buton Selatan Kembangkan Jambu Mete

UGM Bantu Buton Selatan Kembangkan Jambu Mete

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Kabupaten Buton Se­latan, Sulawesi Teng­gara (Sultra), selama ini dikenal sebagai “Negeri 1001 Pesona Misteri”. Sebutan itu mengemuka karena Buton Selatan memiliki beberapa destinasi wisata yang mister­inya sampai saat ini belum terpecahkan.

Misteri objek wisata ter­sebut, antara lain makam Maha Patih Gadjah Mada yang ada di Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga. Ada juga jangkar di laut Buton Selatan dengan ukuran lebih besar dari jangkar di Keraton Buton, yang tidak jelas asal usulnya.

Untuk mengembangkan daerahnya, Bupati Buton Selatan, Agus Feisal Hidayat, melakukan banyak kerja sama dengan kampus-kampus besar di Indonesia, seperti Univer­sitas Hasanuddin di Makasar. Dijalin juga kerja sama di bidang penelitian dan pengab­dian masyarakat dengan Uni­versitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dikerjakan untuk memajukan wilayah Bu­ton Selatan, wartawan Koran Jakarta, Eko Sugiarto Putro berkesempatan mewawan­carai Bupati Buton Selatan, Agus Feisal Hidayat, seusai menandatangani kerja sama dengan UGM, di Yogyakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa saja potensi Buton Selatan yang akan dikem­bangkan?

Kami punya pertambangan, minyak dan gas (Migas), kehutanan, perkebunan, per­ikanan, pertanian, industri, dan pariwisata. Semua masih butuh kerja keras untuk me­ngembangkan. Kami berusaha semaksimal mungkin un­tuk mengoptimalkan kinerja birokrasi dan mendorong kemandirian masyarakat da­lam mengembangkan potensi daerahnya masing-masing.

Untuk memacu kemajuan Buton Selatan sudah dijalin kerja sama dengan pihak mana saja?

Untuk itu, kami banyak bekerja sama dengan semua pihak, baik dengan pemerin­tah pusat dalam hal ini kemen­terian terkait, provinsi, swasta, maupun kampus. Kerja sama ini kami harap bisa meng­optimalkan apa yang kami kerjakan di dalam.

Dengan UGM, kerja sama yang dijalin seperti apa?

UGM dan Kabupaten Buton Selatan sepakat untuk meng­adakan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyara­kat. Kami juga sepakat dalam menjalin kerja sama dalam upaya peningkatan fungsi pemerintah dan pelayanan ma­syarakat di Kabupaten Buton Selatan.

Apakah ada target khusus dari kerja sama dengan UGM ini?

Tadi, saya memaparkan sa­lah satu potensi Buton Selatan di bidang pertanian. Terkait potensi bidang pertani­an, dalam hal ini jambu mete sebagai komo­ditas unggulan Buton Selatan. Salah satu kendala perkebunan kacang mete di Buton Se­latan yakni produk­tivitasnya yang masih rendah.

Lebih detailnya harapan dari kerja sama dengan UGM ini apa?

Dalam hal ini kami membutuhkan support dari UGM untuk dapat membantu memberikan solusi mening­katkan produktivitas kacang mete sebagai produk prima­dona Buton Selatan. UGM kan punya fakultas pertanian dan teknologi pertanian yang maju dan sudah teruji. Ini terbukti mampu membantu banyak daerah, bahkan perusahaan swasta besar.

Bagaimana tanggapan dari pihak UGM atas per­mintaan bantuan tersebut?

UGM memiliki sumber daya manusia yang dapat membantu mengembangkan Buton Selatan. Tadi Rektor UGM, Panut Mulyono, menga­takan pada prinsipnya UGM melalui fakultas dan pusat studi akan dengan senang hati merumuskan kegiatan-ke­giatan relevan yang dibutuh­kan Buton Selatan. n N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment