Koran Jakarta | March 25 2017
No Comments
Gerakan Nontunai

Uang Elektronik Akan Saling Terkoneksi

Uang Elektronik Akan Saling Terkoneksi

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memastikan penerapan interkoneksi dan intraoperabilitas produk uang elektronik dapat dilakukan pada Juni 2017. Dengan integrasi itu, produk uang elektronik dari suatu perbankan dapat dipergunakan di infrastruktur milik bank lain.

Deputi Gubernur BI, Sugeng mengatakan integrasi uang elektronik diharapkan sudah dapat diterapkan saat arus mudik Lebaran pada akhir Juni 2017. Layanan pertama untuk integrasi uang elektronik ini akan diterapkan pada gerbang jalan tol, terutama untuk ruas Jalan Tol Cipali. “Saat mudik diharapkan sudah bisa tap saja tidak perlu tunai,” ujar dia di Jakarta, Senin (20/3).

Menurut penjelasan Kepala Pusat Program Transformasi BI, Onny Widjanarko sebelumnya, integrasi uang elektronik tahap awal akan melibatkan beberapa bank pelopor. Namun, selanjutnya, pintu partisipasi untuk bank lain tetap terbuka.

Bank pelopor itu, yakni Bank Negara Indonesia Persero (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia Persero (BRI) dan Bank Central Asia (BCA). Secara ilustrasi, setelah integrasi pada Juni 2017, produk uang elektronik dari BNI dapat digunakan di infrastruktur bank lainnya, seperti mesin perekam data elektronik (EDC) milik Bank Mandiri di gerbang tol. Begitu juga dengan uang elektronik Bank Mandiri dapat digunakan di infrastruktur milik BNI atau bank lain.

Empat bank tersebut merupakan pemain besar dalam bisnis uang elektronik dengan menguasai 75 persen pangsa pasar kartu debit dan kredit di Indonesia. Adapun untuk produk uang elektronik tersebut, yakni e-money milik Bank Mandiri, Tapcash BNI, Brizzi BRI, serta Flazz BCA. Secara umum, penggunaan uang elektronik cenderung meningkat.

Berdasarkan data BI, hingga Januari 2017, jumlah transaksi uang elektronik mencapai 58,43 juta transaksi, tumbuh 41,49 persen dari periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan secara nominal tercatat meningkat 71,83 persen menjadi 665 miliar rupiah. 

 

Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment