Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments
Hubungan Bilateral - Pengadilan Tolak Upaya Banding Pendeta Brunson

Turki Naikkan Tarif Impor Komoditas AS

Turki Naikkan Tarif Impor Komoditas AS

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Keputusan Turki menaikkan tarif impor produk AS ini dituangkan dalam sebuah dekrit yang ditandatangani Presiden Recep Tayyip Erdogan.

 

ANKARA – Pemerintah Turki mulai menaikkan tarif impor sejumlah komoditas produk Amerika Serikat sebagai balasan sanksi AS terhadap Ankara yang mengakibatkan rontoknya nilai tukar lira.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump, telah menaikkan tarif bea masuk produk baja dan aluminium Turki hingga dua kali lipat. “Kenaikan tarif impor dilakukan dalam kerangka tindakan balasan akibat serangan AS terhadap ekonomi Turki,” tegas Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay, Rabu (15/8).

Keputusan menaikkan tarif impor produk AS ini dituangkan dalam sebuah dekrit yang ditandatangani Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Turki menaikkan tarif 50 persen untuk beras asal AS, 140 persen untuk minuman beralkohol, 60 persen untuk tembakau, dan 60 persen untuk produk kosmetika.

Sementara tarif bea masuk kendaraan bermotor mencapai 120 persen, tergantung tipe kendaraan bermotor itu.

Keputusan AS menaikkan tarif bea masuk produk baja dan aluminium Turki hingga dua kali lipat itu dikhawatirkan membuat negeri itu masuk ke dalam krisis ekonomi yang bisa memengaruhi Eropa.

Keputusan Trump menjatuhkan sejumlah sanksi ke Turki ini menyusul sengketa yang masih berlangsung di antara kedua negara NATO itu terkait masih ditahannya Pendeta Andrew Brunson di Turki.

Brunson ditangkap pada 7 Oktober 2016 ketika mengajukan permohonan izin tinggal permanen di Turki. Pendeta Presbyterian yang berdinas di Izmir itu ditahan dengan tuduhan terlibat kudeta menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Selain Brunson, Turki juga menahan warga AS lainnya dengan tuduhan serupa, antara lain Ismail Kul, dosen kimia di Universitas Widener Pennsylvania. Kemudian adik Kul, Mustafa, serta fisikawan Badan Antariksa AS (NASA), Serkan Golge, yang berusia 37 tahun.

Pengadilan Turki kembali menolak permohonan banding yang diajukan Brunson agar dibebaskan dari tahanan rumah. Setelah nyaris dua tahun terakhir dibui di Turki, Pendeta Brunson diturunkan statusnya menjadi tahanan rumah pada Juli lalu.

Rabu (15/8), pengacara Brunson, Ismail Cem Halavurt, telah kembali mengajukan banding untuk kliennya pada 14 Agustus atau sekitar seminggu setelah banding sebelumnya ditolak pengadilan Turki di Provinsi Izmir.

Dalam putusan terbaru pada Rabu (15/8) ini, Pengadilan Kriminal di Izmir kembali menolak banding yang diajukan Brunson. Permohonan banding itu diteruskan ke pengadilan yang lebih tinggi. Nantinya, pengadilan yang lebih tinggi itu akan mengambil putusan dalam waktu 3–7 hari ke depan.

Gelang Elektronik

Pengadilan Turki mewajibkan Brunson selalu memakai gelang elektronik dan melarangnya bepergian ke luar Turki. Persidangan kasus Brunson dengan delik terorisme masih berlanjut.

Persidangan selanjutnya dijadwalkan digelar pada 12 Oktober mendatang. Presiden Donald Trump frustrasi setelah Pendeta Brunson tak segera dibebaskan Turki.

“Presiden tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya karena Pastor Brunson sejauh ini masih belum ada tanda-tanda bakal dibebaskan,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders.

Trump frustrasi karena warga AS lainnya juga tak dibebaskan Turki. “Kami akan terus meminta Turki melakukan hal benar dengan melepaskan setiap warga negara AS yang mereka tahan,” tutur Sanders kembali. SB/AFP/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment