Koran Jakarta | August 19 2018
No Comments
Kinerja BUMD l Penanganan LRT Akan Dipisah Jakpro

Tugas Utama Dirut Baru Jakpro Menata Aset Perusahaan

Tugas Utama Dirut Baru Jakpro Menata Aset Perusahaan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Sejumlah tugas berada dipundak Dirut baru PT Jakpro Wahyu Daryoto, antara lain penyelesaian LRT dan persiapan Asian Games.

 

JAKARTA - Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Wahyu Daryoto ditugaskan menata aset Pemprov DKI, terutama di bawah Jakpro. Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies R Baswedan, karut marutnya aset Pemprov DKI Jakarta selalu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama ini.

“Jadi salah satu keinginan kita terutama adalah soal penataan aset. Jakarta ini PR terbesar dari BPK kemarin adalah pengelolaan aset. Nah sekarang kita alhamdulillah mendapatkan seorang dt yang punya pengalaman di bidang pengelolaan aset yang baik,” ujar Anies kepada wartawan, di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

Menurutnya, Dirut baru Jakpro pernah mengelola aset PT Pertamina. Juga pernah memimpin perusahaan konsultan akuntasi terbaik di dunia, Bilodeau, Wells & Company. Dia berharap, track record Dwi Wahyu Daryoto ini membawa arah perbaikan Jakpro ke depannya.

“Ke depan, Pak Satya (Mantan Dirut Jakpro, Satya Heragandhi) juga akan ada penugasan. Pak Satya tidak akan jauh dari LRT, karena beliau yang selama ini membantu LRT. Bukan di Jakpronya, tapi di PT LRT jadi fokus. Jadi bukan dicopot. Pak Satya nanti akan bertugas di PT LRT Jakarta. Karena Jakpro itu kan holding-nya,” katanya.

 

Proyek LRT

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno meminta mantan Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk tetap menuntaskan proyek Light Rail Transit (LRT). Menurutnya, pencopotan Satya dari Dirut Jakpro merupakan bagian dari penyegaran. “Jadi, pak Satya ini adalah bagian daripada penyegaran. Untuk LRT saya minta Pak Satya membantu saya, mengawasi sampai nanti beroperasi. Sehingga dipastikan tidak akan menimbulkan keterlambatan,” ujar Sandi

Satya akan ditugaskan menjadi komisaris pada salah satu anak usaha PT Jakpro, yakni PT LRT Jakarta yang sedang dibentuk. Satya diharapkan bisa membantunya dalam percepatan proyek LRT hingga tuntas pada semua fase. “Sekarang, kita yakini bahwa LRT kedua fase dua akan menjadi prioritas. Kita ucapkan terima kasih kepada pak Satya dan komitmen beliau bahwa akan terus mengawal,” katanya.

Khusus fase Ini, Sandi meminta Satya agar LRT bisa dioperasikan dengan mulus saat Asian Games nanti. Dia menganggap, tanggung jawab Satya dalam menuntaskan LRT masih diperlukan meski tidak lagi menjadi Dirut PT Jakpro.

Sandi mengatakan, pemilihan Dwi Wahyu Daryoto sebagai Direktur Utama PT Jakpro sudah melalui panitia seleksi. Dwi dianggap memiliki latarbelakang mumpuni karena pernah menduduki jabatan direktur Pertamina dan perusahaan besar lainnya berskala internasional. Terlebih, Dwi juga pernah menjabat auditor pada BPKP.

“Saya bersyukur dengan beliau karena berasal dari perusahaan besar Indonesia, pindah ke perusahaan terbesar di Jakarta. Alhamdulillah, pak Dwi berkenan untuk mengurusi Jakpro dan ini tentunya PR yang besar dan sudah kemarin lumayan sukses di bawah Pak Satya dan kita ingin tambah kinerjanya ke depan,” ungkapnya.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Suhaimi meyakini, pergantian Dirut Jakpro menjelang Asian Games sudah diperhitungkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Saat ini, PT Jakpro harus menyelesaikan beberapa proyek besar terkait Asian Games, seperti Vellodrome, equistrian dan light Rail transit (LRT).

“Mudah-mudahan ini sudah diperhitungkan oleh pak gubernur apakah dengan pergantian ini bisa mengganggu persiapan Asian Games seperti Vellodrome, Equistrian dan LRT. Kita berharap, pergantian ini tidak mengganggu persiapan Asian Games, terutama pada proyek yang menjadi tanggungjawabnya Jakpro,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mendorong Dirut baru Jakpro untuk menjadi pembelajar yang cepat dan menyesuaikan diri dengan problematika yang harus diselesaikan Jakpro. Bahkan, Dwi Wahyu Daryoto diminta untuk mencari skema pembiayaan yang visible agar proyek LRT Fase II dari Rawamangun ke Tanah Abang bisa terwujud.

 

pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment