Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments

Tse Chi Lop, “El Chapo Asia” Target Utama Operasi Kungur

Tse Chi Lop, “El Chapo Asia” Target Utama Operasi Kungur

Foto : istimewa
Tse Chi Lop
A   A   A   Pengaturan Font

Tse Chi Lop adalah orang yang paling dicari di Asia. Dia se­lalu dikelilingi penjaga, para kickboxer Thailand, terbang dengan jet pribadi. Menurut polisi, Tse pernah kehilangan 66 juta dollar AS dalam satu malam di sebuah kasino di Macau.

Polisi dilaporkan sedang memburu pria yang disebut mengelola jaringan narkoba bernilai 250 triliun rupiah, dan dijuluki “El Chapo Asia” itu.

Tse adalah warga negara Kanada yang lahir di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan. Pria 55 tahun ini tumbuh dewasa dalam masa Revolusi Kebudayaan Tiong­kok. Di tengah pembersihan berdarah, kamp-kamp kerja paksa dan kelaparan massal, sekelompok anggota Penjaga Merah Mao Zedong yang dipenjara di Kota Guangzhou selatan membentuk sebuah organisasi kriminal yang disebut Big Circle Gang.

Tse kemudian menjadi anggota kelompok itu. Seperti banyak anggota lainnya, dia pindah ke Hong Kong, ke­mudian ke tempat yang lebih jauh untuk mencari tempat aman demi mengembang­kan bisnis kegiatan kriminal mereka. Tse diketahui tiba di Kanada pada 1988.

Pada 1998, Tse didakwa dengan tuduhan perdagangan narkoba di Pengadilan Distrik Timur, New York. Dia dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara. Polisi mengatakan setelah bebas pada 2006, dia kembali ke Kanada.

Belum jelas kapan dia kembali ke daerah asalnya di Asia. Namun, catatan perusa­haan menunjukkan Tse dan istri mendirikan bisnis, Perusahaan Kelompok Investasi Perdamaian Tiongkok, di Hong Kong, pada tahun 2011.

Tempat yang Sempurna

Asia telah menyediakan tempat yang sempurna bagi Tse untuk mengembang­kan bisnis narkoba. Semua yang dibutuhkan tersedia di kawasan ini, termasuk bahan baku dan lokasi produksi yang aman. Apalagi pemerintah dan polisinya mudah diajak kompromi. Asia surga bagi Tse.

Sindikat Tse telah menyalurkan berton-ton metamfe­tamin, heroin, dan ketamin ke setidaknya selusin negara mulai dari Jepang hingga Selandia Baru. Metamfeta­min adalah bisnis utamanya. Pria itu disebut mempunyai organisasi bernama “The Company” atau “Sam Gor”.

Kantor PBB untuk Nar­koba dan Kejahatan (UNODC menyebutkan Tse menikmati penjualan antara delapan miliar dollar AS (113,4 triliun rupiah) hingga 17,7 miliar (250,8 triliun rupiah) dari metamfetamin tahun lalu. Begitu besarnya skala bisnis Tse membuatnya masuk dalam target utama Operation Kungur, upaya internasional terbesar dalam menangkal perdagangan narkoba di Asia.

Operasi Kungur adalah operasi kontra-narkotika diam-diam yang dipimpin oleh Polisi Federal Australia dengan melibatkan sekitar 20 agen dari Asia, Amerika Utara, dan Eropa. Daerah operasi mencakup otoritas dari Myan­mar, Tiongkok, Thailand, Jepang, Amerika Serikat, dan Kanada. Taiwan, meski bukan bagian resmi dari operasi itu, turut membantu penyelidi­kan. “Tse Chi Lop mungkin bisa disejajarkan dengan El Chapo, atau bahkan Pablo Escobar,” terang Jeremy Doug­las dari Kantor Penegakan Kejahatan Narkoba PBB.

El Chapo yang bernama asli Joaquin Guzman dijatuhi hukum seumur hidup plus 30 tahun awal 2019 setelah bertahun-tahun bersembunyi dari polisi dan mengelola kartel narkoba Sinaloa.

Polisi Australia menam­patkan Tse sebagai target sindikat teratas dari 19 target sindikat operasi mereka. Tse atau organisasi yang dikelo­lanya terlibat langsung dengan setidaknya 13 kasus perdagangan narkoba sejak Januari 2015. SB/AFP/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment