Koran Jakarta | November 12 2019
1 Comment
Politik Amerika - “Voting” Tidak Akan Akhiri “Shutdown”

Trump Tunda Pidato Kenegaraan

Trump Tunda Pidato Kenegaraan

Foto : AFP
A   A   A   Pengaturan Font
Berdasarkan tradisi, setiap tahun presiden AS harus menyampaikan pidato tahunan di depan seluruh kabinet serta anggota Kongres di Gedung Capitol.

WASHINGTON DC - Meskipun kebuntuan politik masih berlangsung, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersedia mengalah. Donald Trump memutuskan menunda pidato kenegaraan (State of the Union) yang sedianya digelar pekan depan.

Pengumuman itu terjadi di tengah masa penutupan layanan pemerintahan (shutdown) yang sudah berlangsung selama 34 hari. Trump sedianya bakal melangsungkan State of the Union pada 29 Januari nanti.

Kemudian, Ketua House of Representatives (DPR), Nancy Pelosi, meminta Trump menunda pidato karena shutdown yang berlangsung sejak 22 Desember 2018 , masih berlanjut. “Itu adalah hak prerogatifnya. Karena itu, saya bakal memberikan pidato kenegaraan (SOTU) saya setelah shutdown berakhir,” ujar Trump di Twitter.

Presiden 72 tahun itu menyatakan tidak akan berusaha mencari tempat lain untuk menggelar SOTU selain di House Chamber Capitol Hill. “Tidak ada tempat yang mempunyai tradisi, sejarah, dan sangat penting seperti House Chamber. Saya menantikan memberi pidato yang hebat di masa depan,” lanjutnya.

Pelosi langsung membalas twit Trump itu dengan kicauan berisi ajakan kepada sang Presiden untuk menyetujui paket kebijakan yang diloloskan House. “Tolong, terima proposal ini sehingga kita bisa mengakhiri shutdown, membayar gaji para pegawai negeri kita, dan merundingkan perbedaan kita,” pintanya.

 

Bakal Gagal

 

AS mengalami shutdown setelah Trump dan Pelosi berseteru tentang proposal pembangunan tembok perbatasan di Meksiko untuk menangkal migran ilegal. Trump meminta dana sebesar 5,7 miliar dollar AS, sekitar 80,7 triliun rupiah, untuk membangun tembok, tetapi mendapat penolakan dari Pelosi.

Akibat shutdown tersebut, sekitar 800.000 pegawai negeri AS terpaksa dirumahkan maupun bekerja tanpa menerima gaji. Cekcok antara Trump dan Pelosi ini terjadi ketika Senat dijadwalkan menggelar dua pemungutan suara, Kamis (24/1) waktu setempat guna mengakhiri penutupan pemerintah yang telah berlangsung sebulan, terlama dalam sejarah.

Pemungutan suara itu diprediksi tak akan mengakhiri penutupan pemerintah lantaran Partai Demokrat dan Partai Republik sama-sama ngotot terkait usulan mereka sehingga masing-masing kubu tak bakal dapat meraih cukup dukungan, yaitu minimal 60 suara.

Dari kubu Republik, para senator mendukung pembiayaan tembok perbatasan di sepanjang perbatasan AS dengan Meksiko yang diajukan oleh Trump untuk membendung arus imigran ilegal, lalu membuka pemerintahan.

Sementara itu, dari Demokrat, para senator menekankan pemerintahan harus dibuka terlebih dahulu baru Senat bisa merundingkan pembiayaan pembangunan tembok.

Partai Republik membutuhkan tujuh suara dari senator Demokrat jika ingin meloloskan legislasi gagasan mereka, dan Demokrat harus meyakinkan 13 senator Republik untuk memenangkan regulasi mereka. 

 

AFP/SB/P-4

Klik untuk print artikel

View Comments

Mrs Haley
Sabtu 26/1/2019 | 00:30
Apakah Anda membutuhkan pinjaman segera untuk melunasi hutang Anda atau Anda perlu pinjaman untuk Meningkatkan Bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? tidak perlu mencari lagi karena kami di sini untuk menjadikan semua masalah keuangan Anda sebagai masa lalu. Kami meminjamkan dana dari $ 5.000 hingga $ 20.000.000,00 untuk periode pembayaran 1 hingga 30 tahun dengan tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberi tahu Anda bahwa Kami Memberikan bantuan yang dapat diandalkan dan penerima dan akan bersedia menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini melalui email di: haleyturnerloans@gmail.com dengan informasi di bawah ini. NAMA: NEGARA: TELEPON NOMOR: PINJAMAN PINJAMAN: PINJAMAN PINJAMAN: Terima kasih, Bu Haley

Submit a Comment