Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Konflik Timur Tengah

Trump Bela Penarikan Pasukan AS dari Suriah

Trump Bela Penarikan Pasukan AS dari Suriah

Foto : AFP/TURKISH PRESIDENTIAL PRESS SERVICE
PERTEMUAN PENCE-ERDOGAN | Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (kanan) saat menerima kunjungan Wakil Presiden AS, Mike Pence, di kompleks Istana Kepresiden di Ankara. Kamis (17/10). Wapres AS bertemu Presiden Turki untuk membujuk dihentikannya serangan militer terhadap kelompok Kurdi yang ada di Suriah utara.
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC - Pres­iden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Rabu (16/10) membela keputusan­nya untuk menarik pasukan AS dari Suriah utara. Pembelaan itu dilontarkan setelah seban­yak 129 anggota DPR gabungan dari Partai Republik dan Partai Demokrat mengecam langkah Trump dengan perolehan su­ara 354-60.

“Pasukan AS berada di lu­ar bahaya dan dampak dari penarikan AS untuk Suriah, Turki dan Russia, bisa bekerja sama di antara mereka sendi­ri,” kata Trump. “Saya (menarik pasukan) karena melihat situa­si di perbatasan Turki dan Suri­ah dan bagi AS itu secara strat­egis amat brilian,” kata Pres­iden Trump. “Pasukan kita keluar dari sana dan semuanya aman,” imbuh dia.

Selain mengacam Trump, anggota DPR AS gabungan itu pun mengeluarkan resolusi yang mendesak Presiden Tur­ki, Recep Tayyip Erdogan un­tuk segera menghentikan opera­si militernya terhadap kelompok militan Kurdi yang ada di Suriah.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Presiden Trump membantah bahwa ia telah memberikan lampu hijau pa­da Erdogan untuk meluncur­kan operasi militer terhadap kelompok Kurdi.

“Putusan Presiden Erdogan tak mengejutkan saya karena ia telah lama menginginkan hal itu,” kata Trump. “Ia (Erdogan) telah lama mengumpulkan pa­sukan di perbatasannya dengan Suriah,” imbuh Presiden AS itu.

Trump pun membantah telah berpaling dengan man­tan sekutu Kurdi yang mengha­dapi serangan militer dari Tur­ki dengan mengatakan bahwa mantan sekutunya itu bukan­lah pihak yang tak berdosa.

Ditegaskan pula oleh Trump bahwa dirinya telah memin­ta peringatan keras pada Pres­iden Erdogan lewat sepucuk surat pada 9 Oktober lalu. Dalam surat itu Trump men­ulis bahwa Erdogan tak perlu bertanggung jawab atas pem­bantaian ribuan orang dan me­minta agar Presiden Turki itu jadi sosok yang tangguh bu­kannya seorag yang bodoh.

“Sejarah akan berpihak pa­da Anda (Erdogan) jika bi­sa menyelesaikan hal ini den­gan benar dan berperikemanu­siaan,” tulis Trump.

Kirim Utusan

Saat Presiden Trump mengeluarkan pernyataan­nya, Wakil Presiden dan Men­teri Luar Negeri AS, Mike Pence dan Mike Pompeo, se­dang dalam perjalanan ke Tur­ki. Mereka diutus Trump untuk mengemban misi membujuk Presiden Erdogan untuk meng­hentikan serangan militer ke Suriah utara dan melakukan gencatan senjata dengan ke­lompok Kurdi.

Wapres Pence dan Menlu Pompeo yang telah tiba di An­kara pada Kamis (17/10) ren­cananya akan bertemu langsung dengan Presiden Erdogan untuk menjelaskan misi mereka.

Kunjungan Wapres Pence dan Menlu Pompeo dilakukan setelah sebelumnya Erdogan menolak seruan AS agar mau melakukan negosiasi dengan militan Kurdi di Suriah. Turki malah mengeluarkan ultima­tum agar kelompok Kurdi yang disebut Turki sebagai teroris itu mau meletakkan senjata dan mundur dari wilayah penyang­ga. ang/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment