Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Denuklirisasi Korea

Trump: KTT AS-Korut Digelar Awal Tahun Depan

Trump: KTT AS-Korut Digelar Awal Tahun Depan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Rabu (7/11) mengatakan bahwa dirinya berharap akan bertemu lagi dengan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, pada awal tahun depan.

Pernyataan itu diutarakan Trump tak lama setelah rencana pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dan petinggi dari Korut, Kim Yong-chol, di New York, yang akan membahas persiapan KTT AS-Korut ke-2 dan progres dari denuklirisasi, pada Kamis (8/11), dibatalkan dan dijadwal ulang secara mendadak.

“(KTT AS-Korut ke-2) Digelar tahun depan. Saya tegaskan mungkin digelar sekitar awal tahun depan,” kata Presiden Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Rabu.

Dalam konferensi pers itu, Presiden Trump pun menegaskan bahwa sanksi terhadap Korut masih akan tetap diberlakukan. “Sanksi masih tetap berlaku. Saya sebenarnya ingin mencabut ya, namun Korut juga harus responsif,” imbuh Presiden AS itu.

Terkait sanksi terhadap Korut, pemerintah AS sebelumnya menegaskan bahwa sanksi tak akan dicabut hingga Pyongyang mengakhiri program persenjataan nuklirnya.

Sejak KTT AS-Korut pertama yang digelar di Singapura, Juni lalu, progres menuju denuklirisasi di Korea berjalan lamban. Pekan lalu Korut bahkan mengancam bahwa negaranya akan kembali mengaktifkan program pengembangan persenjataan nuklirnya jika AS tak segara mencabut sanksi terhadap negaranya.

Selain mengumumkan rencana KTT AS-Korut ke-2, Presiden Trump juga sempat mengungkit soal penundaan pertemuan antara Menlu Pompeo dan Kim Yong-chol diakibatkan isu penjadwalan.

“Kita bisa melakukan (pertemuan) di lain waktu. Kita memang tak mau terburu-buru,” ucap Presiden Trump.

Pada bagian lain Menteri Luar Negeri Korea Selatan (Korsel), Kang Kyung-wha, pada Kamis (8/11) menyatakan bahwa pertemuan antara Pompeo dan Kim Yong-chol ditunda atas permintaan dari pihak Pyongyang.

“Pihak AS memberitahu kami bahwa mereka telah menerima pesan dari Korut untuk menunda pertemuan itu,” kata Menlu Kang dihadapan parlemen seperti dikutip dari kantor berita Yonhap.

Sejauh ini Pyongyang tak menjelaskan alasan penundaan pertemuan itu. Namun harian Chosun Ilbo menulis bahwa Kim Yong-chol kesulitan mendapatkan tiket penerbangan dari Beijing ke New York.

Sementara itu pakar politik dari University of North Korean Studies, Koo Kab-woo, mengatakan perbedaan pendapat tentang sanksi bisa jadi merupakan alasan utama bagi penundaan pertemuan itu.

“Kim Jong-un butuh hasil yang nyata dan bisa dirasakan oleh rakyatnya. Karena alasan itu, Korut amat berharap sanksi segera dicabut,” kata Koo.
AlJazeera/AFP/ I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment