Koran Jakarta | December 17 2018
No Comments
Protes Warga l Pelaku Perusakan Truk masih di Bawah Umur

Truk Dilarang Masuk Jalur Warga

Truk Dilarang Masuk Jalur Warga

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Polisi lakukan mediasi antara warga dengan perusahaan untuk meredakan amarah warga dan menghindari tindakan anarki.

 

JAKARTA – Truk bermuatan tanah atau pasIr dilarang jalur warga di Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat

“Sudah dikomunikasikan, untuk sementara waktu truk jangan dulu lewat sambil menunggu kesepakatan armada dengan wilayah RW yang dilewati truk,” ujar Kepala Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Polisi, Pius Ponggeng, di Jakarta, Rabu (12/9).

Pius menyebutkan, sejumlah truk yang dirusak oleh warga setelah kecelakaan lalu lintas pada Senin dan melibatkan sopir truk serta seorang pengendara sepeda motor, belum memasuki kawasan ramai warga. Melainkan, baru keluar dari tol ring road Cengkareng.

“Sebenarnya ini (truk) baru turun dari tol. Jadi belum masuk ke wilayah yang dinyatakan tidak boleh. Truk yang melintas setelahnya kebetulan sama, dikira warga semuanya adalah truk muatan tanah,” jelas dia.

Mengenai waktu operasional truk, Polsek Kalideres dengan perusahaan armada truk telah melakukan mediasi. “Mereka sudah dikomunikasikan, jadi mereka ikuti proses dulu,” tambahnya.

Sementara itu untuk mencegah warga melakukan aksi serupa, Pius telah mengerahkan beberapa anggotanya untuk melakukan pengawasan. “Keinginan warga cuma satu, jam operasional dibatasi dan ini sangat rasional. Kalau siang bikin macet, sehingga banyak masalah timbul,” tandasnya

Pius mengatakan pelaku pengrusakan truk merupakan anak di bawah umur. “Yang terekam dalam video pelakunya anak-anak kecil. Ada yang masih delapan tahun, sepuluh tahun. Masih tanggung,” ujar Pius

 

Upaya Mediasi

Oleh karena itu, Pius menjelaskan, pihaknya tidak dapat melakukan upaya paksa untuk menjemput para pelaku.

“Saya sudah berupaya melakukan pendekatan dengan warga setempat, RT, RW dan forum komunikasi RW. Kami sudah sama-sama sepakat untuk menghadirkan orangtuanya ke sini karena proses hukum tetap berjalan,” kata Pius.

Bahkan, kata Pius, pihak perusahaan mobik truk itu juga merasa simpati karena perusak mobilnya merupakan anak di bawah umur. Orangtua bocah yang ada di dalam video itu janjinya hari ini akan hadir, tapi ia belum tahu waktu pastinya.

Pius mengaku, pihaknya melakukan upaya mediasi dengan beberapa perwakilan warga serta forum masyarakat sekitar agar pelaku dapat hadir di Polsek Kalideres

“Kami sepakat biarkan orang tuanya menghadirkan mereka di sini, karena proses hukum tetap berjalan. Perwakilan RT dan RW sedang konsentrasi mendekati orang tua anak untuk membawa mereka ke sini,” terang Pius.

Mengenai total pelaku pengrusakan, Pius enggan menyebutkan berapa jumlahnya.

Sebelumnya diberitakan sejumlah truk muatan tanah rusak diamuk warga yang marah akibat salah satu truk melindas seorang warga di Kecamatan Kalideres Jakarta Barat.

Warga mengamuk karena dilatarbelakangi kekesalan akibat truk muatan sering melintas jalanan warga pada siang hari.

Mereka kemudian melampiaskan kekesalan dengan melemparkan batu besar dan merusak kaca truk yang melindas warga hingga tewas dan merembet ke sejumlah truk lainnya yang melintas. 

 

Ant/emh/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment