Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments

Trik Aman Menerobos Genangan Banjir

Trik Aman Menerobos Genangan Banjir

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Musim hujan merupakan tantangan bagi pengemudi dalam mengendari mobil. Banyaknya masalah yang timbul karena curah hujan yang tinggi menjadi masalah bagi lalu lintas dan juga keselamatan, mulai dari kemacetan, pohon tumbang, tanah longsor, hingga genangan dan banjir. Saat hujan biasanya akan timbul genangan dan banjir. Menghadapi kondisi ini PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyarankan harus memahami beberapa jurus sebelum melibas genangan.

“Terkadang para pengemudi tidak punya pilihan selain menerobos genangan air tersebut karena terburu waktu. Tapi di sini saatnya untuk Anda tetap waspada, jangan remehkan genangan air yang dilewati mobil,” demikian siaran pers MMKSI.

MMKS mengatakan mempersiapkan kendaraan agar fit dan bisa diandalkan saja tidak cukup, pengendara dituntut memahami beberapa jurus jitu saat menerabas genangan air.

Yang mesti dipahami karakter dan kondisi mobil, serta seberapa dalam kira-kira genangan air yang ada di depan, sebelum memacu melewati genangan. Biasanya yang takut menghadapi genangan air dan banjir adalah mobilmobil seperti sedan atau city car karena tidak memiliki ground clearance yang cukup tinggi.

Beda dengan SUV yang memang desain mobilnya memiliki ground clearance tinggi. Meski mobil-mobil Mitsubishi Motors seperti Pajero Sport sudah memiliki ground clearance yang cukup memadai. Namun disarankan untuk tetap disarankan untuk mencari jalan lain.

“Namun jika tidak ada jalan lain, maka Anda harus memastikan filter udara tidak kemasukan air yang diakibatkan oleh gelombang atau riak air,” lanjut MMKSI.

Kalau sampai filter udara terendam itu bisa menyebabkan masalah yang disebut dengan water hammer. Jika water hammer terjadi dimana air masuk ke ruang pembakaran, maka akan menyebabkan kerusakan mesin. Untuk menerobos genangan perlu dipastikan melaju dengan kecepatan rendah dan gunakan gigi rendah pada transmisi manual Hindari juga posisi setengah kopling ataupun mengocok gas dalam genangan karena berpotensi menimbulkan gelombang atau riak air.

Jika ternyata ketinggian air melebihi batas aman dan menyebabkan mobil mogok, maka jangan pernah untuk mencoba menyalakan mesin mobil lagi, karena dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Setelah berhasil melewati genangan air tersebut, segera periksa kondisi rem apakah tetap optimal dengan metode sederhana.

Jalankan kendaraan dengan kecepatan rendah, sekitar 5 km per jam, injak pedal rem berkali-kali untuk memastikan kondisinya prima. “Usai melintasi banjir bukan berarti masalah selesai, segerakan periksa kendaraan Anda baik di bengkel resmi Mitsubishi Motors,” demikian MMKSI. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment