Koran Jakarta | April 19 2019
No Comments

Tren Desain Ramping Kamera “Mirrorless”

Tren Desain Ramping Kamera “Mirrorless”

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Canon melalui PT Datascrip kembali menghadirkan generasi terbaru dari sistem EOS R, yaitu Canon EOS RP, sebuah kamera mirrorless full-frame dengan desain ramping dan ringan. Dengan sensor CMOS 26,2 MP, Dual Pixel AF, dan prosesor gambar DIGIC 8, menjadikan perfoma kamera cukup mumpuni.

“Canon EOS RP menjadi kekuatan baru dalam sistem EOS R untuk memenuhi kebutuhan perangkat kamera mirrorless full-frame yang andal dengan harga terjangkau,” kata Canon Division Director PT Datascrip Merry Harun.

Merry menjelaskan, filosofi tipe “P” diambil dari sejarah kesuksesan kamera Canon pada tahun 1960, dan juga terinspirasi dari bahasa Perancis yaitu “Populaire.” Dengan catatan sejarah ini diharapkan Canon EOS RP dapat dirasakan oleh banyak pengguna.

Didukung dengan Sistem EOS R, Canon EOS RP juga mengusung mount RF. Bagi para pengguna kamera DSLR EOS masih dapat menggunakan koleksi lensa EF dan EF-S-nya pada kamera Canon EOS RP cukup menambah mount adapter.

Dengan desain ergonomis kamera ini sangat nyaman terutama bagi pengguna baru kamera full-frame . Bobotnya cukup ringan atau hanya 485 gram. Selain itu, juga dilengkapi Feature Assistant yang memudahkan pengguna menjelajahi fungsi kamera.

Fitur Auto Lighting Optimiser mengatur keseimbangan area bidikan yang paling gelap dan paling terang untuk mendapatkan detail dan tampilan gambar yang sempurna, meskipun dalam kondisi backlit.

Kondisi minim cahaya tidak menjadi masalah bagi kamera ini karena mengusung rentang ISO 100-40.000, yang dapat diperluas rentangnya menjadi ISO 50-102.400, sehingga noise yang dihasilkan pun sangatlah minim.

Teknologi Dual Sensing IS mendeteksi getaran kamera melalui sensor gyroscopic dan sensor CMOS akan mengatur dan menghadirkan Image Stabilisation sehingga pengguna dapat memotret dengan shutter speed hingga lima stop lebih lambat, sangat berguna pada situasi minim cahaya.

Teknologi Digital Lens Optimizer pada Canon EOS RP ini dapat mengoreksi penyimpangan gambar berupa difraksi dan distorsi optik untuk menghasilkan kualitas gambar yang sangat baik langsung dari kamera.

Dengan Dual Pixel CMOS AF yang menghadirkan kecepatan autofocus yang halus dan super cepat hingga 0,05 detik, pengguna tidak akan kehilangan momen-momen penting yang membutuhkan kecepatan pada saat pemotretan. Pengguna juga bebas untuk membuat komposisi unik tanpa khawatir dengan 4.779 titik AF yang dapat dipilih dalam area AF yang luas mencakup 100 persen vertikal dan 88 persen pada area horizontal.

Pencahayaan minimum kinerja AF hingga EV -5 dari EOS RP memberikan fokus yang akurat dalam kondisi cahaya minim, seperti saat mengabadikan momen makan malam dengan pencahayaan lilin yang terbatas.

Bagi mereka yang ingin mendapatkan gambar dengan ruang tajam yang lebar, fitur Focus Bracketing pada EOS RP akan sangat berguna, terutama untuk fotografi makro.

Kombinasi Dual Pixel CMOS AF dan perekaman video beresolusi 4K pada 24p/25p menghasilkan video berkualitas tinggi dengan fokus yang akurat dan cepat.

Adanya teknologi Touch & Drag AF memberikan kemudahan untuk memindahkan area fokus melalui sentuhan dan gerakan jari di layar LCD. Combination IS membuat pengambilan gambar stabil, meski tanpa tripod.

Saat merekam video dengan lensa RF, pengguna dapat menyesuaikan pengaturan AV untuk membuat penyesuaian bukaan ⅛-stop sehingga lebih akurat dalam mengontrol bukaan sesuai kondisi pencahayaan.

Fungsi MF Peaking merupakan fitur penting pada Canon EOS RP untuk memastikan fokus yang akurat saat pengambilan gambar menggunakan fokus manual.

Dengan aplikasi Canon Camera Connect, transfer gambar dari Canon EOS RP ke perangkat cerdas atau komputer menjadi mudah melalui teknologi Wi-Fi atau Bluetooth Low Energy (BLE).

Canon EOS RP tanpa lensa dijual pada harga19,998 juta rupiah. Sedangkan dengan lensa RF 24-105mm F/4L IS dibanderol dengan pada harga 35,750 juta rupiah. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment