Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Teknologi Layar

Transmisi Data di Monitor 5K Premium

Transmisi Data di Monitor 5K Premium

Foto : Koran Jakarta/Wahyu AP
A   A   A   Pengaturan Font

Agar mempu menampilkan gambar lebih besar dari perangkat MacBook Pro, LG membuat layar khusus, namun tetap bisa dipakai untuk sistem operasi Microsoft Windows.

Monitor dengan kemampuan tinggi sangat dibutuhkan bagi pekerja seni. Dengan monitor beresolusi tinggi dan layar lebar dapat menghasilkan konten menarik sekaligus juga menunjang produktivitas. Pekerja seni seperti foto editor, desain grafis, creator konten, dan lainnya membutuhkan komputer dengan layar berkualitas tinggi. Pertimbangannya mereka membutuhkan komputer dengan kemampuan manampilkan warna sesuai aslinya.

LG Electronics Indonesia (LG) meluncurkan layar premium yang kompatibel dengan MacBook Pro, yaitu seri UltraFine Display 27MD5KA dengan ukuran layar 27 inci, dan seri layar lebar LG Ultra Wide Monitor 34WK650 dengan ukuran layar 34 inci. Apple memang tidak lagi memproduksi layar tambahan untuk mendukung laptop MacBook Pro yang bersifat mobile.

Agar mempu menampilkan gambar lebih besar dari perangkat MacBook Pro, LG membuat layar khusus, namun tetap bisa dipakai untuk sistem operasi Microsoft Windows. Hebatnya kedua layar dengan aspect ratio berbeda ini menggunakan resolusi 5K, 5120x2880 dengan piksel sebanyak 14,7 piksel, sekaligus menjadi yang pertama.

Bandingkan dengan layar 4K (ultra HD) memiliki resolusi piksel sebesar 3840 × 2160 dengan piksel sebanyak 8,3 million pixels. Untuk mendukung MacBook Pro kedua layar memiliki tingkat kecerahan 500 nits, sesuai dengan tingkat kecerahan MacBook Pro. Umumnya tingkat kecerahan monitor di pasaran hanya berkisar pada angka 300-400 nits saja. Abel Oh, IT & B2B Director LG Electronics Indonesia, menjelaskan kedua seri ini memang menyasar pengguna MacBook Pro, yang penggunanya cukup besar.

“Penjualannya MacBook Pro dalam sebulan di Indonesia mencapai 200.000. Kami menyasar pasar ini,” ujar Oh di Jakarta. Kedua layar telah mengadopsi panel IPS, sehingga pengguna memiliki sudut pandang hingga lebih dari 170 derajat. Dengan demikian penggunanya tetap dapat melihat gambar tertayang dari berbagai macam sudut.

Adanya koneksi Thunderbolt 3 pada bagian belakang layar, membuat kedua seri dapat disambungkan ke MacBook Pro. Thunderbolt 3 memiliki transmisi data dalam kecepatan hinggga 40Gb per detik. Keterhubungan ini juga sekaligus membuat monitor ini dapat melakukan pengisian daya hingga mencapai 85W pada unit New MacBook Pro.

LG 27MD5KA mampu menghasilkan spektrum warna luas, dengan mengantongi angka DCI-P3 99 persen, sesuai dengan nilai rujukan yang dicetuskan Digital Cinema Initiatives (DCI), sebuah gabungan berbagai perusahaan utama dalam industri konten gambar bergerak (motion picture). “Visual LG 27MD5KA tidak hanya soal kekayaan warna yang mampu dihasilkannya. Memastikan tiap warna tampil halus, LG pun memberikan kerapatan piksel mencapai 218ppi (pixel per inch),” ujar Product Marketing IT LG Electronics Indonesia Wilson Wijaya.

Untuk kelengkapan hiburan monitor LG 27MD5KA dilengkapi dengan webcam dan voice speaker, memberi peluang bagi penggunanya untuk terhubung dalam fasilitas komunikasi via video maupun permainan game kelompok.

Speakernya menawarkkan kedalaman bunyi dan bass yang kaya. Spektrum Warna Jika seri UltraFine Display 27MD5KA, menggunakan aspect ration 16:9 maka pada seri 34WK95U, UltraWide Monitor menggunakan aspect ratio 21:9 yang lebih lebar, dengan bentang 33 lebih lebih luas dibanding monitor 16:9. Layar lebar ini bertujuan untuk memberikan kemampuan multitasking dan mendapatkan informasi dari layar secara lebih utuh.

“Para pialang misalanya mereka bisa memantau pergerakan saham secara lebih luas,” ujar Wilson. Untuk mendapatkan kemampuan multitasking pada bagian tombol split screen pada bagian bawah bisa diatur sesuai dengan kebutuhan dengan formasi jendela yang beragam.

Cara ini menawarkan produktivitas baik dalam sisi kualitas maupun kecepatan kerja penggunanya. Monitor ini memiliki spektrum warna sRGB 135 persen dan DCI-P3 yang mencapai 98 persen.

Nilai DCI-P3 sendiri menjadi standar spektrum warna bagi konten dalam format digital. Kemampuan menangani konten High Dynamic Range (HDR) dengan keberadaan dukungan VESA DisplayHDR 600. “Berawal dari teknologi pada kamera, format HDR membuat gambar tertampil dengan bentang pencahayaan luas yang memberikannya efek lebih dramatis,” papar Wilson. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment