Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Strategi Bisnis

Transcoal Beli Satu Unit Kapal

Transcoal Beli Satu Unit Kapal

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) melalui anak usahanya, PT Sentra Makmur Lines (SML) telah membeli satu unit armada kapal mother vessel yakni MV Aquarius Ocean berbendera Singapura di akhir November 2018 yang lalu.

Mother Vessel yang memiliki kelas Nippon Kaiji Kyokai mempunyai GRT (Gross Register Tonnage) dan NRT (Net Register Tonnage) masing-masing 30.014 ton dan 18.486 ton.

Sekretaris Perusahaan Transcoal Pacific, Anton Ramada Saragih, mengatakan pembelian Mother Vessel ini bertujuan untuk memperkuat armada yang dibutuhkan oleh Perseroan dalam melaksanakan pekerjaan di masa yang akan datang.

Apalagi dari sisi volume pekerjaan, Perseroan perlu mengoperasikan 22 set tug & barges dan 3 floating crane untuk kegiatan transshipment, 125 tug and barges dan 11 mother vessel untuk kegiatan long hauling batu bara, dan 2 mother vessel untuk kegiatan pengangkutan bijih nikel di Sulawesi.

“Oleh karena itu, di bulan Januari 2019, TCPI masih merencanakan untuk membeli mother vessel dan floating crane masing-masing 1 unit,” ungkapnya dikutip dari keterangan resminya, Rabu (5/12).

Berdasarkan kontrak-kontrak yang ada saat ini, volume pekerjaan Perseroan untuk pengangkutan batu bara1 adalah 42 juta MT per tahun yang terdiri dari pekerjaan transshipment sebesar 24 juta MT per tahun, dengan nilai kontrak sampai dengan tahun 2021 sebesar 3 triliun rupiah.

Selanjutnya, untuk pekerjaan long hauling sebesar 18 juta MT per tahun dengan nilai kontrak sampai dengan tahun 2027 sebesar 13,3 triliun rupiah. Serta, untuk pengangkutan bijih nikel sebesar 1,1 juta MT per tahun dengan nilai kontrak sampai dengan tahun 2023 sebesar 570 miliar rupiah.

Laba Bersih

Pendapatan Perseroan diharapkan meningkat secara signifikan atau mencapai kurang lebih 3 triliun rupiah per tahun.

Adapun, Perseroan yang resmi menjadi perusahaan publik dan merupakan emiten ke-23 yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018 ini, menargetkan laba bersih bisa di angka 150 miliar rupiah.

Angka tersebut tumbuh sekitar 70 persen dibandingkan realisasi laba 2017 yang tercatat 88,77 miliar rupiah. Pertumbuhan laba Perseroan di tahun ini akan ditopang oleh bisnis logistik batu bara seiring dengan membaiknya harga batu bara. yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment