Koran Jakarta | July 22 2017
No Comments
Kecelakaan Latihan

TNI AD Investigasi Insiden Latihan PPRC

TNI AD Investigasi Insiden Latihan PPRC

Foto : ANTARA / Aji Styawan
prosesi pemakaman - Sejumlah anggota TNI mengusung peti jenazah Pratu Ibnu Hidayat saat prosesi pemakaman di Tempat Pemakaman Umum Dongko, di Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (18/5). Pratu Ibnu Hidayat merupakan satu dari empat anggota TNI AD yang tewas dalam insiden kecelakaan saat latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5).
A   A   A   Pengaturan Font

TANJUNGPINANG - TNI AD menginvestigasi insiden tewasnya empat prajurit dalam latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Tidak ada unsur kesengajaan. Ini murni kecelakaan.

“Informasi tentang insiden dalam latihan PPRC ini awalnya masih simpang siur sehingga dilakukan investigasi. Hasilnya, insiden yang menewaskan empat prajurit TNI AD itu dikategorikan sebagai kecelakaan,” kata perwira urusan penerangan Komando Resor Militer (Korem) 033/Wira Pratama, Lettu Tatang Rohimat, di Tanjungpinang, Kamis (18/5).

Tatang mengatakan kemungkinan meriam yang digunakan dalam latihan perang itu dalam kondisi aus sehingga arah tembakan tidak tepat sasaran. Seluruh pejabat TNI AD berada di Natuna sejak beberapa hari lalu. Komandan Korem 033, Brigjen TNI Fachri, juga berada di Natuna sejak Minggu lalu.

Sampai sekarang belum ada informasi terbaru terkait rencana kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Natuna pada Sabtu (19/5). “Belum ada informasi pembatalan ataupun penundaan kunjungan Presiden ke Natuna,” kata Lettu Tatang.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Tri Rana Subekti, mengatakan empat prajurit TNI korban kecelakaan latihan PPRC, Rabu (17/5), dirawat di Rumah Sakit Kartika Husada Kodam Tanjungpura, Provinsi Kalimantan Barat.

Dirawat di Pontianak

“Keempat empat prajurit TNI AD itu, tadi malam dievakuasi ke Rumah Sakit Kartika Husada Kodam XII/Tanjungpura, di Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya. Keempat prajurit Batalion Arhannud I Kostrad tersebut tiba di rumah sakit di Pontianak sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu malam,” kata Tri.

Alasan dievakuasi ke Kubu Raya, tambah Tri, karena memang lokasinya berdekatan dengan tempat latihan. Saat ini, keempat prajurit tersebut sedang dalam perawatan sehingga awak media belum diperbolehkan untuk masuk ke rumah sakit. Belum diketahui berapa lama korban latihan PPRC tersebut harus dirawat Rumah Sakit Kartika Husada.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Alfret Denny Teujeh, mengatakan empat prajurit TNI AD meninggal dunia dan delapan prajurit mengalami luka-luka akibat kecelakaan saat latihan PPRC TNI di Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5).

Insiden terjadi dalam latihan pendahuluan PPRC TNI. Ketika itu, salah satu pucuk Meriam Giant Bow dari Batalion Arhanud 1/K yang sedang menembak mengalami gangguan pada peralatan pembatas elevasi sehingga tidak dapat dikendalikan. Saat ini, lanjut Kadispenad, pihak TNI sedang menginvestigasi mendalam tentang kejadian tersebut.

Mereka yang meninggal dunia adalah Kapten Arh Heru Bayu, Pratu Ibnu Hidayat, Pratu Marwan, dan Praka Edy, sementara prajurit luka-luka, yakni Pratu Bayu Agung, Serda Alpredo Siahaan, Prada Danar, Sertu B Stuaji, Serda Afril, Sertu Blego Switage, Pratu Ridai, dan Pratu Didi Hardianto. fdl/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment