Koran Jakarta | November 19 2018
No Comments

Tips Mendelegasikan Wewenang

Tips Mendelegasikan Wewenang
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan :

Bu Rossa, bagaimana cara efektif mendelegasikan tugas dan wewenang pada bawa­han? Saya punya 12 bawahan tapi sering kali kerepotan ka­rena tidak ada yang bisa meng­ikuti ritme kerja saya.

Jawaban :

Pernahkah Anda merasa frustrasi karena Anda merasa bekerja sendirian tanpa ada yang membantu? Mengapa tak ada seorang pun bawahan Anda yang bisa bekerja seefek­tif Anda? Mungkin ini bukan salah mereka semata. Mungkin Anda yang tidak mendelegasi­kan setumpuk pekerjaan itu dengan efektif.

Ini petunjuk yang harus Anda ingat.

  1. Tekankan hasil

Bukan detail Setiap orang punya cara sendiri dalam me­lakukan pekerjaannya. Bisa jadi, detail pekerjaan cara Anda berbeda dengan bawa­han Anda. Tidak apa-apa, asal hasilnya maksimal. Tekankan ini pada bawahan.

  1. Tak usah memberi solusi pada masalah bawahan

Bila bawahan Anda datang untuk minta dicarikan pemeca­han masalahnya (bukan ma­salah perusahaan), lebih baik Anda biarkan mereka berpikir sendiri. Sebab, ini bisa bikin Anda frustasi dan butuh waktu banyak. Pada jangka panjang, Anda bisa menghemat waktu.

  1. Berikan pertanyaan

Bila bawahan Anda datang pada Anda, bertanyalah. Anda akan tahu seberapa jauh ia da­pat diandalkan.

  1. Bangun tujuan yang kongkret

Terangkan hal ini pada se­mua bawahan Anda. Supaya, mereka bisa mengambil kepu­tusan pada saat diperlukan dan tidak selalu tergantung pada Anda.

  1. Kembangkan sistem la­poran

Intinya, Anda harus tahu perkembangan di kantor. Ada­kan pertemuan setiap bebera­pa waktu.

  1. Berikan tenggat waktu yang realistis

Kalau tenggat waktu tidak jelas, bisa-bisa bawahan Anda tidak tahu bagaimana meng­ukur kecepatan kerjanya.

  1. Delegasikan sebagian pekerjaan untuk bawahan Anda

Anda tinggal memonitor kemajuannya, dan mendi­siplinkan bawahan bila perlu. Tentu saja, Anda mesti menun­jukkan kemampuan dulu bah­wa Anda memang bisa melaku­kannya. Bila Anda hanya begitu saja mendelegasikan peker­jaan tanpa memberi contoh, jangan-jangan Anda memang tidak mampu melakukannya.

  1. Kenali bakat dan keprib­adian bawahan

Jadilah atasan yang berlaku seperti pelatih suatu tim olah­raga. Anda tahu proyek apa yang bisa dikerjakan bawahan, dan mana yang tidak.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment