Koran Jakarta | August 16 2017
No Comments

Tips Membuat “Motivation Letter”

Tips Membuat “Motivation Letter”

Foto : KORAN JAKARTA
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya tidak punya biaya, tapi sangat ingin melan­jutkan studi S2 ke luar negeri dengan beasiswa. Bagaimana cara menulis motivation letter yang benar dan berkesan bu? Khalid, Jakarta

Jawaban:

Motivation letter, atau dise­but juga Statement of Purpose/ Letter of Intent adalah salah satu dokumen yang kerap kali diaju­kan sebagai persyaratan apabila kamu ingin mendaftar program beasiswa atau mendaftar pro­gram studi. Motivation letter yang tepat akan meningkatkan peluangmu untuk diterima se­bagai penerima beasiswa. Nah, apa saja yang harus dijelaskan dalam motivation letter?

  1. Siapa diri kamu

Hal ini penting untuk mem­bantu tim penyeleksi mengenal diri kamu lebih baik. Kamu per­lu menjelaskan karakter kamu, kekuatan dan kelemahanmu melalui motivation letter ini.

  1. Latar belakang pendidi­kanmu

Latar belakang pendidik­an menjadi komponen yang penting untuk kamu ceritakan mengingat sebagian besar beasiswa menjadikan latar belakang akademik sebagai salah satu persyaratan pendaf­taran. Ceritakan pendidikan yang pernah kamu tempuh dan training lainnya yang pernah kamu ikuti.

  1. Pengalaman dan prestasi

Uraikan pengalamanmu dengan lugas lewat motivation letter. Pengalaman yang kamu uraikan bisa berupa program yang pernah kamu ikuti, kursus, training, beasiswa yang pernah kamu dapatkan, pengalaman magang, pengalaman kerja, maupun pengalaman peneliti­an. Kamu juga perlu menjelas­kan prestasi yang pernah kamu capai dengan jelas.

  1. Kompetensi dan “skill”

Uraikan juga mengenai kompetensi dan skill yang kamu miliki. Ini akan menjadi pertim­bangan bagi tim penyeleksi un­tuk mengetahui nilai plus kamu dibanding kandidat lain.

  1. Alasan melanjutkan studi

Berikan alasan yang jelas dan lugas mengapa kamu me­lanjutkan studi dengan jalur beasiswa dan alasan pemilihan bidang studi. Berikan alasan kuat dan rasional. Kamu bisa menjelaskan dan menyinggung mengenai minat dan tujuanmu mengikuti program beasiswa itu, memilih universitas ter­sebut, memilih bidang studi tersebut, dan alasan mengapa kamu ingin studi di negara tersebut.

  1. Mata kuliah yang meng­untungkan untukmu dalam program studi tersebut

Kamu juga bisa menjelaskan secara singkat mata kuliah yang kamu pertimbangkan akan menunjang masa depanmu.

  1. Mengapa kamu memer­lukan beasiswa dan pantas mendapatkannya

Kamu perlu menguatkan alasanmu mengapa kamu pantas mendapatkan beasiswa tersebut, uraikan apa keung­gulanmu dan prospek di masa depan.

  1. Apa yang kamu lakukan setelah studi

Hal ini sangat penting ka­rena tim penyeleksi akan meli­hat potensi kamu di masa yang akan datang. Mereka juga akan melihat rencanamu dan kon­tribusimu setelah lulus. Untuk membantu kamu menguraikan hal ini, kamu perlu mengetahui tujuan diadakannya beasiswa tersebut. Sebagian program beasiswa memang mengharap­kan penerima beasiswa setelah lulus untuk berkontribusi di negara masing-masing. Nah, kamu perlu tahu dulu tujuan beasiswa tersebut untuk mem­bantu kamu menyusun rencana setelah studi.

Berikut ini hal-hal yang perlu kamu perhatikan ketika membuat motivation letter:

  1. Latar belakang pendidikan atau pekerjaan harus saling berkaitan

Penting sekali latar be­lakang pendidikan atau pekerjaan yang berkait­an. Dari sini akan terlihat potensi dan minat kamu terhadap suatu bidang.

  1. Penggunaan tata bahasa yang baik

Gunakan tata bahasa yang baik dan santun. Jangan terlihat terlalu sombong atau meninggikan diri, tetapi juga jangan terlihat terlalu merendahkan diri atau pesimis.

  1. Perhatikan struktur penu­lisan

Jabarkan tiap bagian secara terstruktur sehingga me­mudahkan pembaca untuk mengetahui hal dan alur yang ingin kamu sampai­kan.

  1. Uraikan keunikan dan ke­unggulanmu dibandingkan kandidat lainnya

Tujuan ini sangat penting karena pada hal ini akan dilihat apa motivasi kamu mendaftar sebagai kandi­dat. Apakah kamu memi­liki tujuan yang jelas atau tidak. Alasanmu juga harus logis dan rasional. Kait­kan tujuanmu mendaftar program dan bidang studi tersebut dengan tujuanmu setelah selesai studi atau kontribusi apa yang ingin kamu buat untuk negara.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment